Blockchain, Sebuah Manifesto Demokrasi dalam Bentuk Teknologi

Blockchain, Sebuah Manifesto Demokrasi dalam Bentuk Teknologi
0 Komentar

Blockchain tidak hanya digunakan untuk transaksi, tetapi juga sebagai tempat penyimpanan identitas digital. Dengan menyimpan identitas dalam Blockchain, risiko pencurian atau pemalsuan identitas dapat diminimalkan, menambahkan lapisan perlindungan terhadap informasi identitas pribadi. Artinya teknologi ini sifatnya terbuka dan aman karena semua pengguna yang terhubung bisa saling mengawasi. Setiap transaksi yang dilakukan akan tertulis abadi tanpa bisa dihapus dan bisa diakses untuk dibaca setiap orang.

Blockchain, Sebuah Manifesto Demokrasi dalam Bentuk TeknologiFoto: Ilustrasi

Kita ilustrasikan semisal A mempunyai nominal 10 juta dalam dompet digitalnya, lalu A mentransfer 10 juta itu kepada B. Semua tetangga yang mengetahui riwayat dompet A akan mencatat transaksi itu secara permanen. Lalu hal mencurigakan terjadi, besoknya A mentransfer lagi sejumlah nominal kepada B. Semua tetangga yang mengetahui riwayat dompet dan transaksi A menemukan indikasi kecurangan di dalamnya, entah itu didapat dari mencuri atau cara ilegal lainnya. Maka semua tetangga akan memberikan ‘lampu merah’ sebagai tanda pemberitahuan telah terjadi kecurangan berdasarkan data catatan yang mereka miliki. Dan secara otomatis sistem akan memblokir dompet dan segala kegiatan transaksi A secara permanen.

Untuk saat ini teknologi Blockchain berlaku pada lingkup mata uang dalam bentuk kripto saja seperti Bitcoin, Ethereum, dan bentuk mata uang kripto sejenis yang populer di market digital. Namun teknologi ini sangat memungkinkan untuk diterapkan pada bidang lain seperti industri, perdagangan, kesehatan dan banyak lagi.

Baca Juga:Dugaan Nepotisme dan Pungli, LSM PMPRI Gelar Aksi di Kemenag Kanwil JabarAjang Kreatifitas Seni Siswa Semarakkan Harlah MAN 4 Cirebon ke-27

Semisal dalam sektor industri, Blockchain memungkinkan pelacakan transparan dari proses produksi hingga pengiriman, meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi risiko pemalsuan. Semua produk yang diregistrasi dalam Blockchain akan mudah dipantau legalitasnya dari hulu hingga ke hilir. Jika ada penyalahgunaan maupun pemalsuan dalam perjalanannya secara sistem status suatu produk akan terlacak.

Dalam bidang kesehatan tentu saja teknologi ini sangat membantu tenaga medis dalam melakukan pelacakan riwayat kesehatan seorang pasien. Bagi pasien juga tentu lebih efisien baginya dalam memperoleh pelayanan dari tenaga medis. Misalnya ada seorang pasien yang berpindah tempat lalu dia memeriksa kesehatannya di klinik berbeda dari tempat sebelumnya. Dokter cukup melihat riwayat dan perawatan (rekam medik) yang sudah dijalani hanya dengan mengakses dari gawai pasien yang sudah terintegrasi dengan sistem blockchain. Jadi dokter cukup melakukan treatmen lanjutan tanpa mengulangnya lagi dari awal.

0 Komentar