DULU, untuk sekedar mengirimkan kabar dan dokumen penting saja kita harus menggunakan perantara jasa pos melalui surat yang kita buat dan terkirim beberapa saat lamanya. Lalu datanglah teknologi berupa telepon dan telegram yang memotong waktu tempuh komunikasi menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Meskipun konsekwensi dari itu harus dibayar dengan tagihan dan harga yang mahal bagi penggunanya. Kemudian, lahirlah teknologi internet yang lebih mempermudah dan mempercepat distribusi informasi.
Foto: Ilustrasi
Media sosial memudahkan interaksi dan saling berbagi pengalaman dalam ruang digital bagi setiap orang yang terpisah jarak. Email mengantikan fungsi surat menyurat tanpa terhambat waktu dan tanpa pihak perantara yang memerlukan cukup biaya. Dan semua layanan-layanan lain kini bisa diakses dengan cepat dan bersamaan hanya dalam batas genggaman tangan bernama telepon pintar.
Teknologi memungkinkan kita untuk bisa mengerjakan dan mengirim sesuatu dengan mudah, cepat, serta murah. Bayangkan, beberapa tahun yang lalu untuk mentransfer sejumlah uang kepada seseorang di luar kota, kita harus datang ke bank, mengantri, membawa kartu identitas, mengisi formulir, menandatangani kertas formulir yang harus akurat sesuai KTP, tentu akan menghabiskan banyak waktu. Setelah itu bank akan melihat buku catatan khusus riwayat transaksi kita yang hanya diketahui oleh pihak bank itu sendiri. Setelah ditinjau, baru bank mengirim uang kita ke rekening orang yang kita tuju dengan waktu 1 hingga 2 hari pengiriman.
Baca Juga:Dugaan Nepotisme dan Pungli, LSM PMPRI Gelar Aksi di Kemenag Kanwil JabarAjang Kreatifitas Seni Siswa Semarakkan Harlah MAN 4 Cirebon ke-27
Hal itu lah yang akhirnya memungkinkan teknologi ‘Blockchain’ menjungkir balik sistem transaksi perbankan yang ribet itu. Teknologi blockchain memungkinkan transfer nilai langsung antara pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tanpa perantara. Hal ini membuat proses pembayaran global menjadi lebih cepat dan efisien, serta mengurangi biaya transaksi yang biasanya dikenakan oleh lembaga keuangan tradisional. Ini memungkinkan seseorang yang berada kota besar dunia manapun bisa dengan mudah mengirim uang kepada keluarganya yang berada di pelosok pedalaman di belahan bumi manapun hanya dengan sentuhan jari, murah biaya dan waktu yang cepat.
Teknologi Blockchain pertama kali diperkenalkam pada tahun 2008 oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto yang menerbitkan whitepaper dengan judul, ‘ Bitcoin : A peer-to-peer Electronic Cash System’. Di sini, ia memperkenalkan konsep Blockchain sebagai dasar dari mata uang digital Bitcoin. Satoshi Nakamoto menciptakan sistem database yang kemudian disebut Blockchain. Secara sederhana, Blockchain adalah “buku besar publik” (digital ledger) untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi menggunakan Bitcoin yang valid dan pergerakan uang itu dicatat dengan jelas.
