Ia pun menambahkan pada acara Career Expo hari pertama masih bersifat pameran dan menyeluruh untuk semua kelas. Nampak juga beberapa stand booth siswa memanjang produk jualan hasil kreasi tata boga dari kelas 11. Sedangkan di hari kedua, mitra acara, baik dari perwakilan kampus maupun LPK dan pengusaha nanti lebih difokuskan menyampaikan informasi ke tiap jurusan kelas.
Sebagai Koordinator BK ia pun menyampaikan harapannya. “Kami sebagai pihak sekolah berharap agar siswa tidak menganggur setelah lulus nanti. Kalau tidak melanjutkan kuliah, setidaknya mereka bisa berkarir di dunia kerja, seperti itu juga harapan dari orang tua siswa yang disampaikan kepada kami,” tandasnya.
Sementara itu, hal senada disampaikan pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Budi Suryo Sumantri saat ditemui tim JP di lokasi acara. “Kami dari MAN 4 Cirebon mendorong siswa-siswinya untuk melanjutkan jenjang pendidikan sampai ke perguruan tinggi, sehubungan berkurangnya minat untuk itu, serta dorongan beberapa orang tua siswa yang berharap anaknya bisa langsung bekerja, maka agenda yang sebelumnya mengangkat tema Campus Expo, kini menjadi Career Expo.
Baca Juga:Wakil Bupati Ingin Mural Positif Hiasi RTH di Kabupaten CirebonKasus BPR & BRI Masuk Sidang, Kejari Ngebut Tangani Kasus Korupsi di Kab Cirebon
Budi Suryo Sumantri Wakasek Bidang Kesiswaan MAN 4 Cirebon saat diwawancarai di lokasi expo.
Maka dari itu, selain mengundang perwakilan dari 15 kampus yang kebetulan itu dari siswa-siswi lulusan MAN 4 Cirebon, diantara 5 kampus negeri, untuk memberi motivasi dan informasi tentang persiapan apa saja ketika nanti kuliah di perguruan tinggi. Kami juga mengajak beberapa LPK dan pengusaha untuk terlibat dalam event ini. Harapannya dengan menggandeng mereka, LPK-LPK dan Pengusaha ini bisa memfasilitasi siswa-siswi kami untuk ikut program yang mereka tawarkan dalam dunia kerja,” paparnya.
Disinggung terkait tren masyarakat Cirebon yang banyak bekerja di luar negeri, ia pun menyampaikan perihal mata pelajaran di MAN 4 Cirebon untuk mendukung program tersebut.
“Kebetulan di sekolah kami ada mata pelajaran bahasa asing, di antaranya bahasa Arab, bahasa Korea dan bahasa Jepang. Alhamdulillah salah satu guru bahasa Jepang di sekolah kami sudah sertifikasi P3K, ” pungkasnya.
Dari pantauan tim JP di lokasi sejak dibukanya acara ini, nampak cukup meriah dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Lebih dari 30 stand booth peserta expo berdiri di sepanjang lokasi acara dengan memajang x-banner berisi informasi produk dan program-program unggulan masing-masing peserta.
