Tubuh yang sehat, panca indera yang masih berfungsi dengan baik, ditidurkan dan dibangunkan setiap hari. Masih bisa bernafas, makan minum, merasakan sakit maupun kebahagiaan, masih punya teman, melihat senyum orang-orang tercinta. Bahkan rasa cinta yang tak pernah padam dalam diri, semua hal yang pernah diterima dan dirasakan setiap orang adalah anugerah luar biasa dari kehidupan, semua sudah terjadi di tahun-tahun yang telah berlalu. Pernahkan terpikir tentang itu? Kita sering lupa untuk berterima kasih pada hal-hal kecil, hal yang sudah berlalu, padahal dari semua itulah diri manusia terbentuk melewati puluhan kali tahun baru.
Resolusi Vs Keluasan Hati
Alam ini menangkap hal-hal baik yang kita lepaskan, kemudian memantulkannya kembali. Niat dan pikiran baik, prasangka baik, dan kata-kata yang baik kita kepada alam, akan direspon dan dikembalikan manfaatnya kepada diri kita sendiri. Dan kata-kata terbaik adalah ucapan rasa syukur atau berterima kasih. Dan harus diketahui, pikiran yang baik vibrasinya puluhan kali lebih kuat daripada pikiran negatif. Begitu kata ilmu Low Of Attraction (LoA).
Berharap pada materi yang bersifat temporer dan fana, selain akan kita tinggalkan, juga hanya akan membuat kita mengulang hal yang sama saat mengucap resolusi. Jika keinginan yang dilempar, maka yang kita tangkap hanya rasa ingin yang berulang, ingin ini-ingin itu, ingin begini-ingin begitu, terus saja seperti itu yang diucap setiap tahun. Dengan mengucap rasa syukur maka akan mengurangi padatnya keinginan-keinginan, bahkan dapat menghentikannya. Saat keinginan berhenti, maka tumbuh keluasan hati, dan hati yang luas akan muat untuk menampung lebih banyak anugerah dari alam dan kehidupan.

Selamat Tahun Baru 2024
Baca Juga:E-Scooter Exotic ET HB 320, Si Mungil yang Tak Punya SainganAsmawa Tosepu Resmi Jabat Pj Bupati Bogor Gantikan Iwan Setiawan
“Resolusiku untuk tahun baru ini tak muluk-muluk, terima kasih untuk segala hal di tahun-tahun yang telah berlalu. Harapanku semoga di tahun yang baru ini aku diberi kesadaran yang lebih untuk selalu bersyukur dalam menerima apapun dari sang Maha Sutradara, Allah SWT. Menjadi pribadi yang lebih memaknai kualitas umur, bukan kuantitas umur (yang pastinya semakin berkurang dari jatah umur yang telah ditetapkan-Nya).
