Perayaan pergantian tahun identik dengan kemeriahan pesta, warna-warna yang gemerlap, bunyi-bunyi gegap gempita, semarak cahaya yang menggambarkan suasana kegembiraan, keceriaan, semangat menggebu, serta harapan-harapan baik memasuki tahun yang baru. Di pusat-pusat perayaan berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan menjadi satu penuh antusias. Berbagai macam hiburan digelar, dari penampilan artis-artis ternama, musisi papan atas, hingga selebritas kondang diundang guna memeriahkan pesta menutup penghujung tahun dan menyambut awal tahun.
Pada detik-detik pergantian tahun inilah, suasananya seolah menjadi sakral. Semua mulai menghitung mundur detik-detik tersisa saat jam menunjukan pukul 23.59 hingga 00.00 menjadi puncak kemeriahkan dimana kembang api ditembak ke langit yang menghasilkan suara ledakan dan cahaya warna-warni yang indah menghiasi angkasa. Pekikan sorak-sorai menggema dimana-mana riuh rendah menyuarakan kegembiraan “Happy New Year”.
Tahun hanyalah konsensus yang dibuat oleh manusia untuk menentukan waktu, menentukan kalender, lamanya hidup seseorang, masa bercocok tanam, masa panen, menghitung durasi lamanya menempuh jenjang pendidikan, jenjang karir, menentukan hari-hari penting, dan lain sebagainya. Tahun juga digunakan untuk menghitung jarak antara bumi dan obyek luar angkasa seperti bintang, planet, galaksi dengan istilah tahun cahaya. Karena jarak obyek bintang tertentu sangat mustahil ditempuh dengan perhitungan, maka perhitungan kecepatan cahaya menjadi tolak ukurnya. Cahaya yang bergerak di ruang hampa sekitar 300 ribu kilometer per detik. Saking jauhnya jarak, sebuah objek cuma bisa diteropong oleh teleskop. Tak sedikit kita sering mendengar jarak bumi dengan bintang sampai ratusan tahun cahaya jauhnya.
Baca Juga:E-Scooter Exotic ET HB 320, Si Mungil yang Tak Punya SainganAsmawa Tosepu Resmi Jabat Pj Bupati Bogor Gantikan Iwan Setiawan
Kembali ke soal tahun baru, selalu ada resolusi yang diucapkan, tentang harapan-harapan yang belum terwujud. Tentang impian yang belum tercapai, punya uang banyak, ingin punya rumah sendiri, kendaraan baru, naik jabatan, gadget baru, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi, menikah, punya anak, rejeki dan kesehatan yang lebih baik, dan lain-lain. Hanya harapan seperti itu saja yang kita sering dengar dari seseorang ketika ditanya perihal resolusi di tahun baru.
Padahal ada hal yang lebih penting untuk diucapkan atau dijadikan resolusi, apa itu ? Bersyukur. Sedikit yang memahami bahwa apa pun yang sudah berlalu, berbagai pengalaman yang sudah dilewati merupakan hadiah istimewa dari sang pemberi hidup. Sudahkah kita bersyukur untuk semua itu?
