“Sebelum penandatanganan kerja sama ini, Dekan FK Unpad dan jajarannya telah berkunjung ke RSUD Waled untuk meninjau secara langsung kompetensi SDM dan sarana pendidikan dan pelayanan RSUD Waled untuk dilibatkan dalam skema pendidikan AHS,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon, dr. M. Luthfi, Sp.PD-KHOM., FINASIM., MMRS menyampaikan, bahwa skema pendidikan AHS merupakan solusi dari permasalahan skema pendidikan dokter spesialis saat ini, yaitu skema university based yang memiliki kelemahan berupa daya tampung peserta didik yang terbatas, dan skema hospital/kolegium based yang memiliki kelemahan berupa quality assurance dari Universitas/Fakultas Kedokteran. “Melalui program AHS ini, daya tampung peserta didik dokter spesialis di FK Unpad dapat ditingkatkan, namun tidak mengurangi mutu pendidikan,” ungkapnya.
dr Luthfi juga menegaskan bahwa visi kedepan adalah program pendidikan ini bisa dijadikan referensi untuk Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ) dan RSUD Waled, agar dapat mempersiapkan dan mengembangkan program pendidikan dokter spesialis. Selain itu, RSUD Waled juga akan mengembangkan program AHS ini pada pendidikan spesialis penyakit dalam dan spesialis anak.
Baca Juga:Bey Machmudin Lantik Penjabat Bupati Subang dan MajalengkaPT. Sinar Arumsari Abadi Launching Obat Herbal Untuk Sehatkan Lambung & Ginjal
Pada kegiatan ini, dilakukan juga training of tutors (TOT) atau pelatihan pendidikan spesialis Obsgyn skema AHS yang diikuti oleh 5 dokter spesialis Obsgyn di lingkungan RSUD Waled yaitu dr Deni Wirhana S SpOG Subs KFM, dr Bogie P SpOG Subs Obgynsos, dr Hervan Umbaran SpOG Subsp Fertilitas, dr Wildan Sutrisno SpOG dan dr Gayuh Setyorini SpOG. (jay)
