Jabar Punya Enam Pusat Layanan Usaha Terpadu Dorong UMKM Naik Kelas

Jabar Punya Enam Pusat Layanan Usaha Terpadu Dorong UMKM Naik Kelas
0 Komentar

Konsultasi usaha ini dinilai penting karena saat ini ada banyak usaha yang sejenisnsehingga kompetisi produk menjadi kurang seimbang.

Untuk itu, Teten menginginkan ada pengembangan potensi yang berbeda di masing-masing wilayah untuk diangkat UMKM.

“Jadi (pelaku UMKM) diarahkan punya potensi apa daerahnya, bisnisnya harus ke mana. Lalu bagaimana akses pembiayaan, mengembangkan produknya, packaging -nya bagus sehingga usahanya juga berkembang,” sebut Teten.

Baca Juga:1 Dekade Telkom University Literacy Event Usung Tema “Literacy Across Generations”“Dunia Auto Pabuaran” Sediakan Sepeda Listrik dengan Harga Terbaik

“Jadi tempat ini jadi seperti inkubator. Pendampingan terus-menerus sampai mereka betul-betul bisa tumbuh dan berkembang dengan produk yang unggul. Setiap daerah kita harapkan punya keunggulan masing-masing, keunggulan domestik. Jangan semua seragam setiap daerah,” jelasnya.

Teten melaporkan, hingga saat ini ada 87 PLUT di seluruh Indonesia. Rencananya, setiap PLUT akan dilengkapi dengan fasilitas kemasan untuk mempermudah akses pelaku UMKM mendapatkan pelatihan packaging. Selain itu, ada pula rumah produksi bersama yang dirancang menyerupai pabrik modern.

“Jadi dengan dua pendekatan itu mudah-mudahan nanti akan muncul UMKM-UMKM yang produknya bisa bersaing dengan industri,” kata Teten.

Terkait rumah produksi bersama, Teten menjelaskan bahwa di tahun 2023 ada delapan rumah produksi yang dibangun sebagai pilot project, dengan biaya pembangunan sekitar 12 sampai 15 miliar rupiah per unitnya.

Ditargetkan pada akhir 2023 ini rumah produksi sudah dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara merata di seluruh Indonesia.

“Itu bagian dari upaya kita untuk menyiapkan UMKM-nya, produknya berkualitas, lebih variatif, punya daya saing global,” pungkas Teten. (rls/hms)

Laman:

1 2
0 Komentar