Sumber Ungkap Dugaan Tersebut, Jajaran DPMD Serentak Menepisnya
CIREBON – Sejumlah Kuwu di wilayah Cirebon Timur mengeluhkan adanya keterlambatan pencairan Dana Desa (DD) tahap 3 tahun ini. Disebutkan salah satu kuwu di Cirebon Timur, sejumlah desa yang belum cair dana desanya tersebut diduga karena tidak menempuh jalur khusus yakni jalur pelicin yang disinyalir diberikan kuwu melalui oknum di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon berinisial AL.
Sumber menjelaskan, dana desa tahap 3 di desanya masih belum cair juga hingga pertengahan Oktober ini. “Saya menyampaikan ini bukan karena saya cemburu desa lain cair lebih cepat. Saya dan sekdes sudah capek bolak-balik ke DPMD. Kata mereka alasannya servernya error lah, pengelolaannya dipindahkan ke diskominfo lah. Intinya banyak alasan yang menjadikan DD belum juga cair,” keluhnya, Rabu (11/10/2023).
Masih dijelaskan sumber kuwu tersebut, muncul informasi di kalangan para kuwu agar DD bisa cepat cair sumber disarankan memberikan tambahan uang pelicin sebesar Rp 3 juta.
Baca Juga:Sambut HUT Humas Polri Ke-72, Seksi Humas Polres Metro Bekasi Laksanakan Giat Penanaman PohonKegiatan P5 SMPN 1 Babakan Usung Tema Kebhinekaan
“Katanya sih kalau mau cepet cairnya ngasih Rp 3 juta lewat pak AL,” ungkap kuwu tersebut. Ia mengaku khawatir jika pencairan dana desa mepet pada akhir tahun, kualitas pembangunan khususnya di bidang infrastruktur menjadi tidak maksimal.
Sumber menjelaskan, pada pencairan DD tahap 1 dan tahap 2 tahun 2023 diakuinya tidak ada kendala yang berarti meskipun pencairannya agak terlambat. Saat ditanya Apakah pada pencairan DD tahap 1 dan tahap 2 Ia juga memberikan uang pelicin agar cepat cair? Dengan tegas ia menjawab tidak melakukan hal itu. Begitupun pada DD tahap III ini, ditegaskannya Ia tidak akan ikut-ikutan lewat jalur khusus tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa berkas yang diajukannya sudah lengkap dan tidak ada yang perlu direvisi.
“Saya nggak ikut yang seperti itu. Daripada buat oknum mending untuk perangkat desa atau ulis saja, yang mikir cape siang malam. Dia (oknum) enak, punya gaji,” tegasnya. “Yang pasti ini kan sudah bulan 10 pertengahan. Untuk diketahui, setelah selesai ter-upload dan tinggal nunggu pencairan, dari mulai itu saja nunggunya 1 bulan, baru cair. Terus kapan bisa digelarnya. Saya ke situ diarahkan agar meminta bantuan ke Pak AL. Silahkan saja kroscek ke kuwu atau ulis (sekdes) di desa lainnya yang sudah cair. Mungkin kan mereka dengar bahwa ada info dari kecamatan lain yang seperti itu, jadi ikut-ikutan. Masa saya harus ngamuk-ngamuk di tiktok dulu, habis itu viral dan baru dicairkan, kan tidak perlu lah sampai seperti itu,” beber sumber.
