“Perubahan Perumda juga tentu ada penyesuaian dalam struktur organisasi, namun tidak terlalu radikal juga. Yang paling krusial itu penetapan modal dasar yang nilainya cukup fantastis hingga Rp4 triliun dengan rasio jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3,2 juta jiwa,” tqmbahnya.
Usep mengatakan, semua investasi untuk modal dasar ini sudah melalui proses penghitungan matang dengan tujuan utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Itu pun Rp4 triliun baru mencapai 60 persen cakupan layanan sesuai standar SDGS. Namun itu semua akan kita penuhi secara bertahap, sambil menunggu penyertaan modal, seperti yang dilakukan sekarang ini,” ucapnya.
Baca Juga:FajarPaper Distribusikan 17 Ribu Paket Alat Tulis ke SD, Dukung Pendidikan di Kabupaten BekasiMentan Dikabarkan Jadi Tersangka KPK, Senpi & Uang Puluhan Miliar Ditemukan Di Rumahnya
Selain itu, Perumda Tirta Bhagasasi akan terus meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengembangan usaha lain, seperti penambahan pembangunan instalasi pengolahan air atau water treatment plant, bisnis air minum dalam kemasan, serta usaha lain.
“Dan itu sudah berjalan dengan baik selama ini, apalagi dengan status Perumda sekarang, diharapkan bisa lebih lincah lagi,” pungkas Usep. (Jar)
