“Setelah |5 tahun menjadi Diaspora dan telah mumpuni sebagai seorang professional, saya berharap mereka bisa kembali ke Tanah Air, khususnya kembali ke daerah asal dan membangun daerah asal dengan bekal kemampuan yang didapat dari Jepang. Karakter baik yang telah terbentuk, kejujuran, budi luhur, kedisiplinan akan menjadi bekal dalam menerapkan ilmu yang telah didapat di Jepang,” ujar Usman Naito.
Dia menambahkan, membangun SDM itu tidak bisa dengan uaktu yang singkat diperlukan tahapan yang berjenjang dan dalam tempo yang cukup lama.
Untuk itu, peran HIPPI sebagai organisasi entrepreneur yang memiliki kekuatan dankemampuan untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda dan pemudi kita sangat penting.
Baca Juga:Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Lakukan Kunjungan Kerja ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pemagangan Jepang Hamaren Education CenterOmsetnya Hanya Rp 61 Juta, Komisi II Soroti Realisasi Retribusi Sektor Perikanan
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan HIPPI dalam program-progran kami mewujudkan masyarakat cerdas dalam menuju Indonesia maju tahun 2045,” ucapnya.
Hal ini langsung disambut baik oleh Ketua Umum HIPPI DKI, Uchy Hardiman. Dalam kesempatan ini, Uchy Hardiman memberikan motivasi kepada 300 orang lebih siswa-siswi yang berkumpul di aula sekolah. Dia menyampaikan, agar siswa mempergunakan kesempatan magang ini dengan baik untuk menyiapkan diri agar kelak bisa kembali ke Indonesia membangun Negeri kita menjadi negara yang maju dan makmur.
HIPPI siap memberikan pendampingan dan jika kelak setelah kembali ke Indonesia ingin menerapkan ilmu yang didapat di Jepang untuk memulai usaha baru.
Menjawab pertanyaan siswa, ia menjelaskan, bahwa modal untuk menjadi pengusaha itu harus memiliki mental yang tangguh, networking yang kuat dan knowlage yang baik, hanya memiliki modal uang saja tidaklah cukup.
Sementara itu, Andhiko Wicaksono menceritakan, perjalanan karirnya yang benar-benar berangkat dari zero jatuh bangun sejak saat kuliah meski pernah di D.O dari STAN dan Ul lalu menjadi Satpam, tetapi sekarang menjadi pemimpin di perusahaan bertaraf Nasional yang sukses. Ini menjadikan motivasi bagi siswa-siswi untuk tidak pernah menyerah dengan keadaan.
Dalam kuliah umumnya dia menyampaikan, untuk menjadi penqusaha harus bertanya kepada diri sendiri, apakah sudah siap menjadi pengusaha bertanya/ask.
ASK menurut beliau adalah komponen penting dalam memulai karir sebagai pengusaha. Inisial A adalah Attitudde atau karakter yang baik, S adalah Skill, menjadi pengusaha harus memiliki skill yang mumpuni karena akan menghadapi berbagai masalah internal dan external saat menjadi pengusaha nanti, sementara K adalah Knowlage dimana pengetahuan itu sangat penting dalam hal problem solve yang pasti akan ditemui saat membangun usahanya.
