Judi & Korupsi, Mending Mana?

Judi & Korupsi, Mending Mana?
0 Komentar

Kehilangan uang dalam pertaruhan memprovokasi rasa ingin mencoba terus menerus. Akibatnya bagi seorang penjudi online, kekalahan mendorong rasa penasaran dan keinginan untuk terus bermain lagi, mengharap celah kemenangan, daripada kekecewaan yang seharusnya mendorong mereka untuk berhenti dan keluar dari permainan.

Inilah tujuan dari para pelaku bisnis perjudian, semakin banyak orang terjebak dalam ketagihan permainan judi, semakin menggelembung pundi-pundi keuangan mereka.

Sementara para penjudi kurang menyadari situasi tersebut, mereka terus saja mengejar rasa penasaran untuk mencapai kemenangan. Sebuah keadaan yang dikenal dengan istilah rungkad (rugi/kalah), di sini lah awal malapetaka itu terjadi. Rasa untuk memenuhi kepuasan diri atas harapan menang, memaksa mereka mencari alternatif lain demi mendapat modal untuk mengisi ulang deposit di akun judi online dengan cara mudah dan cepat.

Baca Juga:Nyalon Lagi, Momentum H. Joni Wolker (HJW) Rebut Kemenangan Pilwu Desa Babakan GebangFokus Benahi Lingkungan, Kepala MTsN 1 Cirebon Rela Menginap Di Sekolah

Pinjaman online menjadi alternatif yang menjanjikan untuk kemudahan mendapatkan uang dengan cepat tanpa memikirkan resiko di belakangnya nanti. Alih-alih mendapat kemudahan pinjaman dengan harapan kemenangan, tanpa disadari menumpuklah tagihan-tagihan, bisinglah ponselnya oleh nada panggil dari banyak debit kolektor pinjaman online. Sebuah bencana dahsyat yang menyerbu ruang mentalitas, konsekwensi dari pengharapan yang tinggi bertaruh di situs judi.

Ini membawa saya pada kesimpulan, bahwa penjudi benar-benar tidak pernah menang dan tidak akan pernah sepenuhnya menyadari trik yang dibawa oleh sistem algoritma yang dibangun oleh pelaku bisnis judi online ke masyarakat. Dengan cara yang sama, perjudian dapat menghancurkan seseorang secara finansial, itu dapat merusak hubungan dan menjadi sangat merugikan kesehatan mental seseorang.

Realita yang bisa kita lihat dari perjudian adalah sesuatu yang berdampak pada kehidupan orang-orang yang sangat membutuhkan uang dengan cepat atau hanya mencari hiburan saja demi menjaga dophamine yang sensasinya didapatkan saat bermain judi. Tapi, pada akhirnya, kebanyakan orang yang terlanjur ‘nyandu’ dengan judi online, akan menerima konsekwensi dengan akhir dari sebuah hubungan yang hancur, kehilangan uang, penyesalan hingga depresi yang tidak hanya memengaruhi hidup mereka sendiri tetapi juga orang yang mereka cintai.

0 Komentar