Tentu kita tahu berita yang sedang viral belakangan di platform media sosial, seorang perempuan berbaju pink ‘Barbie’ anggota komisi C DPRD DKI Jakarta dari PDIP kepergok kamera sedang bermain game slot judi online saat mengikuti rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 di Gedung DPRD DKI. Walaupun belakangan perempuan itu menyangkal bahwa itu game Candy Crush, tetapi publik tidak percaya begitu saja. Publik juga tahu game apa yang sedang dimainkannya itu, terutama mereka pelaku judi online slot tentu paham betul corak game apa yang tampil di layar tablet perempuan anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI tersebut. Ini tentunya membuat saya pribadi heran dan ‘gregetan’ , kok bisa-bisanya wakil rakyat berperilaku seperti. Apakah beliau lupa dengan sumpah jabatan? Apa penghasilan beliau tidak mencukupi ? Tentu tidak begitu bukan?
Apalagi sebagai anggota dewan, harusnya beliau menghindari memberikan contoh perilaku yang tidak etis kepada publik, bukankah beliau ini berstatus sebagai wakilnya rakyat? Hingga ada pernyataan ‘nyeleneh’ dari warga media sosial yang bilang, jangan-jangan duit yang dipakai untuk aktifitas haramnya itu berasal dari duit haram juga, ah masa iya begitu? Kenapa bisa begitu?
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penjudi, baik pelaku offline maupun online bermasalah dalam mengatur pribadinya untuk mengatasi keinginan dan harapannya terhadap imbalan dari bermain judi. Iming-iming hadiah besar yang dijanjikan oleh situs perjudian merangsang keinginan seseorang untuk terus berjudi yang akhirnya mengarah pada kecanduan.Akibatnya, pecandu membangun toleransi terhadap aktivitasnya tersebut. Membiasakan dirinya nyaman pada kegiatan perjudian. Ini yang akhirnya membuat mereka lebih asyik menghabiskan banyak waktu untuk konsentrasi di situs-situs penyedia layanan judi online dengan harapan mendapatkan uang besar dengan cepat.
Baca Juga:Nyalon Lagi, Momentum H. Joni Wolker (HJW) Rebut Kemenangan Pilwu Desa Babakan GebangFokus Benahi Lingkungan, Kepala MTsN 1 Cirebon Rela Menginap Di Sekolah
Menurut pengakuan salah seorang pelaku judi online, sebenarnya tidak ada kemenangan dalam permainan judi. Yang menang sesungguhnya itu tentu bandar atau pengelola situs judi online. Meskipun sekali waktu penjudi memang seolah dibuat menang. Di saat kemenangan itu lah sebenarnya ‘candu’nya bekerja. Saat candunya bekerja menjadi dophamin di otak, selanjutnya membentuk dalam pikiran seorang penjudi, rasa ingin bertahan pada sensasi kesenangan saat merasakan kemenangan. Semakin ketagihan semakin tidak memperhitungkan berapa banyak uang dihabiskan untuk terus bertaruh.
