Yeni sadar betul bahwa sebagai kuwu, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. Ia juga sadar betul bahwa kuwu merupakan ujung tombak dan ‘ujung tombok’ di masyarakat, sehingga dalam mengemban amanah ini harus didasari dengan rasa ikhlas. “Dalam melayani masyarakat kalau kita ikhlas, Insya Allah beban itu rasanya tidak ada. Kuwu itu itu jabatan politik mas, mau berapa lama pun menjabat, kalau tidak kita syukuri tidak akan terasa nikmat,” tandasnya.
Ditanya soal saingan yang kabarnya akan ada lawan yang sepadan pada Pemilu tahun ini, Yeni menjawabnya diplomatis. Ia juga memilih menyikapinya dengan positif dalam memandang lawan. “Namanya kompetisi dalam demokrasi, kita harus siap bertarung dengan sehat. Namanya pertarungan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, kita harus legowo dan jangan gentar. Justru dengan adanya lawan yang sepadan harus membuat kita makin semangat dalam berusaha dan berdoa,” pungkas Kuwu Yeni. (jay/crd)
