Pelepasan & Pentas Seni Ratusan Siswa YAMUNA Di Hotel Dedy Jaya Sukses Digelar

Pelepasan & Pentas Seni Ratusan Siswa YAMUNA Di Hotel Dedy Jaya Sukses Digelar
0 Komentar

“Sebisa mungkin kita sebagai pengajar memadukan antara duniawi dan ukhrowi. Duniawi kita tidak bisa lepas dari yang namanya seni, dan memang sejatinya manusia itu punya bakat seni, punya naluri seni. Makanya kita mengkombinasikannya termasuk dalam acara ini. Menggali potensi ukhrowi berupa hafalan Quran, asmaul husna, dan hafalan kitab sedangkan duniawi-nya kita tampilkan juga kreasi seni tari. Dan Alhamdulillah, semuanya antusias mengikuti rangkaian acara hari ini,” jelas didampingi Kepala Sekolah RA Dhiyaush Shafa, Gina Agitsniana, ST.

Dari pantauan di lokasi, siswa-siswi YAMUNA tampil bergiliran dengan kreasi masing-masing mulai dari hafalan hingga tari-tarian lengkap dengan kostum yang sudah disiapkan sebelumnya. Suasana menjadi semakin meriah karena orang tua juga mendampingi anak-anak mereka sejak pagi hingga acara usai. Sedangkan pada acara utama yakni prosesi wisuda, tak sedikit orang tua siswa yang meneteskan air mata karena bangga dan haru.

Semua rangkaian acara prosesi pelepasan dan penta seni berlangsung sukses tanpa ada kendala yang berarti, berkat kekompakkan panitia dan semua pihak terkait. Bahkan Manager Dedy Jaya Hotel, Shidiq Wibisono juga tampak di sana guna memastikan kelancaran acara.

Lembaga Swasta Butuh Perhatian Lebih dari Kemenag Cirebon

Baca Juga:Planimals Exhibition, Summarecon Mal Bekasi Hadirkan Pameran Hewan Peliharaan dan Tanaman HiasPinjol Ilegal “Sinar Rupiah” & “Saya Dana” Bunga dan Denda Mencekik, Belum Diblokir OJK

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kab Cirebon yang juga diundang dalam acara ini menjelaskan adanya penurunan minat pembelajaran agama. Di mana sebelumnya tercatat hampir 200 ribu siswa se-Kab Cirebon yang mengikuti pembelajaran agama baik formal maupun non formal, namun sekarang hanya 88 ribu siswa saja. “Dan Alhamdulillah, untuk lembaga kami sendiri masih stabil, di kisaran 140-150 siswa dari semua jenjang,” sambung Mas Rukyat.  

Pihaknya berharap ke depan ada perhatian yang khusus dari Kemenag RI untuk sekolah-sekolah non formal seperti YAMUNA dan yang lainnya. Mengingat saat ini untuk bantuan sarpras yang didapatkan masih jauh dari cukup.  “Bantuan untuk sarpras ada, walau untuk secara optimal masih jauh. Dan saat ini kami masih mengandalkan syahriyah (SPP) siswa. Harapan kami, semoga suatu saat ada kepedulian lebih dari Kemenag khususnya untuk sekolah seperti kami,” harapnya. 

0 Komentar