Jadi, lanjutnya, anak-anak yang sudah masuk di dalam program, kita jamin nanti yang lulusan akan bisa berangkat ke Jepang.
Dirinya juga mengatakan, di Jepang mereka magang tentunya mendapatkan upah yang sesuai dengan standar UMK setempat, dimana kalau siswa-siswa ini tidak ada yang digaji UMR, tetapi 3 persen di atas UMR.
“Siswa yang pernah kerja di Jepang, dia sudah punya etos kerjanya di Jepang, saya kira ini akan menjadi sesuatu gebrakan bagi kemajuan masyarakat kita. Tentunya, mereka akan menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya ketika kembali ke wilayahnya masing-masing,” pungkas Usman. (Jar)
