CIREBON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kab Cirebon, menggelar agenda Kuliah Pakar pada Rabu, 16 Mei 2023.
Agenda ini dilatarbelakangi oleh karena RSUD Waled didaulat menjadi Rumah Sakit Pendidikan. Sehingga tak hanya mengembangkan fungsi pada pelayanan saja, tetapi juga mengoptimalkan pendidikan juga penelitian di dalamnya. Salah satunya melalui kuliah pakar ini.
Kegiatan kuliah pakar dipimpin langsung oleh orang nomor satu di RSUD tersebut yakni dr M Luthfi SpPD KHOM FINASIM MMRS. Adapun peserta kuliah pakar ini selain dari tenaga medis di RSUD Waled, juga para dokter yang berdinas di Puskesmas di Wilayah Timur Kabupaten Cirebon serta peserta pendidikan dokter di RSUD Waled dari Fakultas Kedokteran (FK) UGJ.
Baca Juga:Kapolres Metro Bekasi Hadiri Kegiatan Puncak Penanaman Mangrove Nasional 2023Istimewa..!! Jawa Barat Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI
Direktur RSUD Waled, dr M Luthfi SpPD KHOM FINASIM MMRS mengatakan, RSUD Waled sebagai rumah sakit Tipe B tidak hanya mengembangkan fungsi pelayanan tapi juga pendidikan dan juga penelitian.
Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGJ menyelenggarakan kuliah pakar. “Dalam kuliah pakar kali ini mengangkat topik penyakit tropik dan infeksi,” ujar Luthfi. Dijelaskannya, kuliah pakar ini sebagai refresing keilmuan para tenaga medis khususnya para dokter.
“Kita membahas penyaki-penyakit infeksi. Tujuannya adalah kegiatan refresing keilmuan baik kepada civitas hospitalia di lingkungan RSUD Waled, termasuk bagi dokter-dokter maupun peserta pendidikan dokter di RSUD Waled dari FK UGJ dan juga untuk dokter-dokter Puskesmas di Wilayah Timur Cirebon,” ungkapnya.
Untuk kualih pakar kali ini, hadir sebagai pembicara antara lain Prof dr M Hussein Gasem SpPD-KPTI PhD dengan tema Perkembangan Terkini Diagnosis dan Tatalaksana Leptospirosis. Sedangkan pemateri lainnya adalah Prof Dr dr Winarto DMM SpMK SpM(K) dengan tema Mekanisme Resistensi Anti Tuberculosis pada Mycobacterium Tuberculosis.
dr Luthfi menjelaskan, rencananya kualiah pakar ini akan rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Agar materi yang diperoleh oleh para peserta lebih paten dan berkesinambungan.
Demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kata Luthfi, RSUD Waled juga tengah melakukan pengembangan elektronik medical record. “Kehadiran elektronik medical record ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan khususnya di instalasi di rawat jalan,” tuturnya.
