Dirinya juga mengatakan, di Jepang mereka magang tentunya mendapatkan upah yang sesuai dengan standar UMK setempat, dimana kalau siswa-siswa ini tidak ada yang digaji UMR, tetapi 3 persen di atas UMR.
“Siswa kami di sana magang sambil nanti mereka akan kuliah online di Binus University. Tentunya tidak semua, yang ingin kuliah kita fasilitasi karena kita bekerjasama dengan Binus University. Jadi, murid-murid kita berikan pengetuhan supaya mereka tidak hanya mencari uang di Jepang, tetapi mereka magang, mencari ilmu, mencari pengetahuan dan juga bisa menambah edukasinya dengan belajar di Binus University. Nah, setelah nanti 3 tahun ada perpanjangan lagi 2 tahun, jadi 5 tahun magang di Jepang. Kita harapkan mereka pulang ke Indonesia sudah mengantongi ijazah S1, sehingga setelah pulang mereka bisa mendapatkan 2 pilihan pulang ke indonesia bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang ataupun membuka usaha yang sesuai dengan bidang yang dia pelajari karena sudah pernah kuliah mereka sudah punya ilmunya,” imbuhnya.
“Kemudian, dia sudah pernah kerja di Jepang dia sudah punya etos kerjanya di Jepang, saya kira ini akan menjadi sesuatu gebrakan bagi kemajuan masyarakat kita. Tentunya, mereka akan menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya ketika kembali ke wilayahnya masing-masing,” sambung Usman.
Baca Juga:Karawang Jadi Tuan Rumah HPN Se-Jabar, eL DIALOGIS Tegaskan ‘Kasus Zaenal’ Belum FinalHamaren Interview 18 Siswa SMKN 2 Subang untuk Bekerja Magang di Perusahaan di Jepang
Yang kedua, masih kata Usman Naito, ketika mereka ingin kembali ke Jepang tidak lagi mereka menjadi pekerja di level worker saja, tetapi bekerja di level yang tingkatannya lebih. Jadi, datang ke Jepang nanti tidak lagi sebagai pemagang, tidak lagi sebagai pekerja di pabrik, tetapi mereka bisa apply di level pekerja berskill, artinya mereka bisa apply di engineering.
“Ya kalau mereka lulusan dari misalkan dari teknik industri, Insya Allah nanti bisa kita carikan perusahaan-perusahaan Jepang yang bisa mempekerjakan mereka di level itu. Itu program yang kita bangun jadi ada 5 tahun. Setelah itu, mereka berharap bisa balik ke Jepang kalau belum lulus di Binusnya bisa kembali melalui specified skilled worker (SSW) sampai lulus, begitu lulus pulang dulu ke Indonesia, kembali lagi ke Jepang sebagai tenaga ahli, itu yang kita harapkan,” ucapnya.
