CEO & Founder Hamaren Group, Usman Naito: Perekrutan Pemagang Dilakukan dengan Tes yang Cukup Ketat

CEO & Founder Hamaren Group, Usman Naito: Perekrutan Pemagang Dilakukan dengan Tes yang Cukup Ketat
0 Komentar

SUBANG – Hamaren Education Center yang merupakan lembaga di bawah naungan Hamaren Group yang ada di Indonesia dan Jepang, secara langsung dapat mendidik, mengirim, menerima serta mengawasi pemagang secara intensif dan terarah.

Untuk itu, dalam melaksanakan kegiatannya, Hamaren bertekad menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar peserta pemagang dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja, terutama dunia industri Jepang. Hal tersebut juga didukung oleh Instruktur yang pernah menetap cukup lama di Jepang, sehingga menguasai budaya Jepang dengan baik. Seperti yang dilakukan di SMKN 2 Subang saat ini.

CEO & Founder Hamaren Group, Usman Naito menjelaskan, sistem pendidikan yang dilaksanakan di SMK itu mulai dari kelas 3. Masuk kelas 3 kita akan ada prekrutan, kemudian dari prekrutan itu tes yang cukup ketat mulai dari tes pengetahuan, matematika kemudian fisik, mental dan disiplin.

Baca Juga:Karawang Jadi Tuan Rumah HPN Se-Jabar, eL DIALOGIS Tegaskan ‘Kasus Zaenal’ Belum FinalHamaren Interview 18 Siswa SMKN 2 Subang untuk Bekerja Magang di Perusahaan di Jepang

“Ya karena akan kita didik, kita adakan tes fisiknya itu semuanya, ada yang lulus kita akan masukkan ke dalam sekolah khusus. Kelas khusus ini akan mengajarkan dari pagi sampai siang, itu tetap sebagai kurikulumnya Kemendikbud. Siang sampai sore ada kurikulum yang meliputi bahasa Jepang, budaya Jepang maupun kompetensi. Ya kompetensi sesuai dengan kejuruannya masing-masing, kalau pertanian ya masuk pertanian, kalau di industri masuk sesi industri, misalkan cnc kompetensinya nanti cnc, atau nanti ada kompetensi yang lain, misalkan ngelas ya kita ajarkan ngelas juga,” paparnya di SMKN 2 Subang, Selasa (16/05/2023).

“Inilah bentuk kolaborasi kita antara dua industri dengan dunia pendidikan, sehingga anak-anak yang lulus dari SMK yang bekerjasama dengan kami ini akan menjadi SDM yang benar-benar unggul yang siap untuk terjun di dunia industri, khususnya kami akan kirimkan ke Jepang,” tambah Usman Naito.

Jadi, lanjutnya, anak-anak yang sudah masuk di dalam program, kita jamin nanti yang lulusan akan bisa berangkat ke Jepang.

“Nah, prosesnya bagaimana nanti 3 bulan sebelum kelulusan sudah kita mulai interview dengan perusahaan Jepang. Begitu diterima perusahaan Jepang, langsung kita uruskan visanya sehingga bisa berangkat ke Jepang. Dan tidak berhenti di situ, karena program pendidikan SDM kita ini jangka panjang, setelah lulus ke jepang,” ujarnya.

0 Komentar