KARAWANG – Kondisi jalan poros desa di Kab Karawang belum sepenuhnya mulus. Salah satunya jalur penghubung di Kec. Jayakerta menuju Kec. Telagasari, Kab Karawang. Dari pantauan JP, Rabu (10/5/2023) pagi, di jalur tersebut masih ditemui titik yang rusak berat, padahal konstruksi jalan sudah menggunakan beton.
MESKI DI AWAL JALUR BETONNYA MULUS, NAMUN DI PERTENGAHAN KERAP KALI DITEMUI TITIK YANG RUSAK BERAT.
Kondisi ini jelas merepotkan pengguna jalan, karena jalur tersebut tidak terhuhung dengan mulus dan sempurna. Bagi warga luar kota mereka mengaku kaget, pasalnya setelah menelusuri jalan beton yang mulus di beberapa titik, justru ditemui jalan rusak dan labil. Mengingat sebagian besar berada di areal pesawahan dan beriringan dengan irigasi.
Baca Juga:Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Optimis Dapatkan 20 Kursi di Kabupaten BekasiKPU Kabupaten Bekasi Nyatakan Lengkap Pengajuan Berkas Bacaleg DPRD Kabupaten Bekasi dari PKS
“Sebetulnya sudah bagus, hampir semuanya dibeton. Tapi kok saya ketipu, ditengah-tengah jalur malah jalannya rusak berat dan becek parah. Kontur jalannya juga seperti patah. Ini jelas membahayakan dan harus disikapi,” ujar Adi, warga Cirebon yang singgah di Karawang.
Ia berharap, Pemkab Karawang melalui DPUPR bisa segera merampungkan perbaikan jalur beton yang terputus disejumlah titik itu. Sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat baik warga asli Karawang maupun pendatang.
Masih dari pantauan JP, banyak juga permukaan jalan yang menuju jembatan diaspal dengan kontur yang terjal dan tidak dibuat landai. Begitu pula dengan minimnya penerangan jalan desa yang dikeluhkan hampir semua warga.
Sebagaimana diketahui, kondisi jalan yang rusak beberapa waktu terakhir sempat menimbulkan korban karena kecelakaan akibat jalan rusak.
Kecelakaan yang dialami pengendara sepeda motor akibat jalan berlubang sempat terjadi di Jalan Raya Syekh Quro, Jalan Arteri Karawang-Cikampek, Jalan Raya Tanjungpura-Rengasdengklok, dan lain-lain. Peristiwa kecelakaan akibat jalan berlubang selama beberapa pekan terakhir ini ramai diperbincangkan berbagai kalangan masyarakat.
Terkait hal ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk kegiatan pemeliharaan atau tambal sulam jalan rusak di wilayah tersebut.
“Sekarang ini kami sedang menggencarkan kegiatan yang sifatnya emergency dalam penanganan jalan rusak,” kata Sekda Karawang Acep Jamhuri, baru-baru ini.
