CIREBON – Kasus korupsi mantan Bupati Cirebon terus bergulir hingga 2023 ini. Agenda pemeriksaan saksi perkara TPPU mantan Bupati Cirebon periode 2014-2019 Sunjaya Purwadisastra di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Jl LLRE Martadinata, Kota Bandung Jawa Barat, Senin (27/3/2023).
Jaksa KPK sedikitinya menghadirkan 10 orang saksi pejabat Pemkab Cirebon dan 3 diantaranya sudah purna tugas. Sebgaimana diketahui, KPK sendiri akan menghadirkan sebanyak 230 saksi dalam kasus tersebut.
Ke 10 orang pejabat dimaksud yakni:
- Hendra Nirmala mantan kepala Inspektorat kabupaten Cirebon,sekarang jadi kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon.
- Supadi Priyatna, Mantan Kepala BKPSDM
- Sri Darmanto, mantan Kabid Mutasi di BKPSDM yang sekarang menjadi Camat Gempol.
- Yayat Ruhiyat, mantan Kabid Jalan Dinas PUPR
- Encus Suswaningsih, Sekdis Pertanian Kabupaten Cirebon.
- Pahim, Mantan Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon,sekarang menjabat sebagai Wakil Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon.
- Suparman, mantan Kabid Teknik dinas PUPR Kabupaten Cirebon, sekarang jadi Camat Sedong Kabupaten Cirebon.
- Hidayat, mantan Kabid Jalan di dinas PUPR, saat ini sudah purna tugas.
- dr. Hj. Eni Suhaeni, mantan Kadinkes Kabupaten Cirebon, saat ini menjabat sebagai kepala DPPKBP3A kabupaten Cirebon
- dr. Neneng Hasanah, mantan Sekdis Kesehatan kabupaten Cirebon, jabatan sekarang Kadinkes kabupaten Cirebon.
Sementara itu, dalam fakta persidangan yang digelar di PN Tipikor Bandung kemarin.Hanya dua orang saksi, Hendra Nirmala dan Yayat mantan Sekda yang tidak terungkap menyetorkan sejumlah uang kepada mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.
Baca Juga:Masyarakat Antusias Ikuti ImunisasiAda Tujuh Pekerjaan Perbaikan Jalan di Cirebon
Meski demikian, di persidangan tersebut ada yang menggelitik dan geli saat giliran Jaksa KPK mencecar pertanyaan yang ditujukan kepada mantan Kadinkes kabupaten Cirebon, dr. Hj. Eni Suhaeni.
Pertanyaan jaksa KPK sendiri yakni seputar pemberian uang mulai Rp 10 juta, Rp. 15 juta hingga Rp.20 juta dan Rp.30 juta.Yang diberikan Hj. Eni Suhaeni kepada Sunjaya. Mendapat pertanyaan jaksa KPK seperti itu, Hj. Eni sepertinya gugup.
Dan ia pun memaparkan bahwa pemberian uang Rp.10 juta dan 2 ekor sapi yang diberikan selama 2 tahun berturut-turut tersebut mulai 2017 dan 2018 tersebut. Sebagai hewan kurban yang diberikan kepada Sunjaya. Dengan harga sapi perekornya mencapai Rp. 24,5 juta.
