Dadang Komara, selaku Ketua Koperasi Karyawan Surya Abadi.menyampaikan, selain simpan pinjam kami juga memiliki bidang usaha perdagangan retail, sewa rumah kost, dan juga catering yang juga semuanya melayani karyawan Fajar Paper. Sebelumnya juga kami juga melayani dalam persiapan paket lebaran untuk karyawan dan juga 30ribu paket sembako senilai Rp5 Miliar untuk buruh di seluruh Indonesia dan serah terima sembako tersebut diserahkan secara simbolis kepada Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
“Kami juga berharap semoga ke depannya bisa mendapatkan kepercayaan dari lembaga pemerintah mengenai penyediaan dana dengan rate yang cukup baik,” katanya.
Usman Sopandi, selaku Ketua PUK SP KEP SPSI PT Fajar Surya Wisesa Tbk mengatakan, pihaknya dari serikat pekerja mempunyai tujuan yang sama dengan koperasi, yaitu meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Baca Juga:Raker Komisi III, Dinkes Kota Cirebon Beberkan Inovasi Layanan BPJS KesehatanUNAS ‘Belajar’ Potensi Wisata dan Seni Budaya di DPRD kota Cirebon
“Perusahaan memberikan support kepada kami yang ditunjukan mulai dari hal terkecil sampai tantangan yang besar dan puji syukur kami dapat melaluinya dengan baik. Melalui Program CSR Perusahaan juga, kami belum lama bekerjasama antara pihak serikat pekerja, KKSA dan juga team CSR untuk melatih karyawan yang akan pensiun dapat lebih siap dengan memberikan pelatihan budidaya maggot, ikan dan tanaman hidroponik dengan menggunakan sampah organik dari limbah rumah tangga sebagai pakan maggot,” katanya.
Komitmen FajarPaper sebagai produsen kertas kemasan daur ulang dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup bukan hanya diwujudkan melalui penggunaan 100% kertas daur ulang. FajarPaper juga sangat peduli pada lingkungan hidup melalui pencanangan program Sustainability Waste Management, salah satunya yakni pengelolaan sampah plastik. Pengelolaan sampah plastik perlu dilakukan karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan darat dan perairan.
Karena itu, Fajar Paper mempertahankan visi untuk memanfaatkan sampah plastik hasil proses produksi tersebut dikirimkan ke bank sampah setiap harinya dan sebagian sampah plastik lainnya diproses di mesin pellet yang akan menghasilkan kurang lebih 100 ton pellet plastik per hari untuk dikirimkan kepada produsen peralatan plastik, seperti produsen pot plastik, palet plastik, dan lainnya. Sisanya sampah plastik akan dibakar pada 2 unit incinerator yang memiliki kapasitas total 250 ton per hari sehingga menghasilkan energi yang digunakan pada mesin produksi. (Jar/rls)
