PKB Nomor 1
Opinion Leader Di Jatim
Segudang ‘peran’ telah diikuti Cak Imin sepanjang kiprahnya. Mulai dari seorang aktivis, pengurus partai, anggota dewan, lalu menjadi menteri, dan saat ini menjabat sebagai Wakil DPR RI bidang Kesejahteraan Rakyat. Karir politik Cak Imin ini jika dilihat dengan seksama tidak lepas dari latarbelakangnya. Ayahnya yakni Muhammad Iskandar merupakan bagian dari keluarga Pondok Pesantren Manba’ul Ma’arif, Jombang, Jawa Timur, yang merupakan keturunan salah seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KH. Bisri Syansuri.
Citra Cak Imin yang merupakan seorang “gus” (bentuk penghormatan dan panggilan keakraban pada putra atau keluarga laki-laki dari seorang kyai) dari salah satu ulama besar dan salah satu pesantren tertua di Indonesia ini menjadikannya sangat dihormati kalangan santri dan keluarga Nahdliyin. Kedekatan Gus Imin dengan banyak ulama besar di Indonesia membawa citra dirinya sebagai pemimpin dan wakil dari umat islam yang disokong oleh para ulama. Amazing!
Cak Imin dan NU dapat disebut sebagai opinion leader bagi keluarga Nahdliyin dan umat islam terutama di Jawa Timur. Dalam konteks ini, peran Cak Imin sebagai opinion leader lebih dihubungkan pada kemampuan atau otoritas yang tinggi untuk menentukan sikap dan perilaku kelompok. Bukan dari kedudukan politik tetapi karena kewibawaan, ketundukan, kharisma, mitos yang melekat pada Cak Imin atau karena pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya.
Baca Juga:Polda Jabar Ungkap Kasus Penganiayaan Wartawan Karawang, Zaenal Dicecar 20 PertanyaanEvaluasi Kinerja DPRKP, Komisi II Soroti Program Rutilahu 2023
Buktinya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (UU Pesantren) yang kini tengah diperjuangkan untuk bisa menjadi Perpres (Peraturan Presiden), sukses dan tuntas. Menurut Cak Imin, ketika UU ini menjadi Perpres maka dapat mengatur pelaksanaan peran pesantren, bukan saja dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, kondisi kultural NU yang merupakan representasi pesantren yang memiliki solidaritas primordial memungkinkan untuk menampilkan peran politik sebagai opinion leader secara kelembagaan. Selain itu, kepemimpinanya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membawa citra politik yang positif karena saat ini PKB dianggap sebagai salah satu partai Islam terbesar di Indonesia.
