“Misalnya masalah pelayanan kesehatan kematian ibu dan bayi, dan stunting. Masalah pelayanan biasanya karena SDM ahli yang belum sepenuhnya dimiliki daerah. Untuk SDM yang belum dimiliki namun pelayanannya dibutuhkan, bisa dibantu oleh FK UNPAD atau RSHS sebagai pembina AHS Wilayah 3. Contoh misalnya di Wilayah 3 Cirebon belum ada dokter ahli kebidanan konsultan kanker. Hal tersebut menyebabkan pasien harus dirujuk ke RSHS, sementara di RSHS waktu tunggunya lama, belum lagi kondisi pasien, biaya perjalanan dan permasalahan teknis lainnya.
Diharapkan, dengan skema tersebut, dokter ahlinya-lah yang datang ke Cirebon dengan schedule tertentu, sehingga pasien bisa dilayani di Cirebon. Sambil ke depan kita tetap mempersiapkan pendidikan untuk dokter ahli yg masih belum ada atau belum tersedia,” ulas dr. Luthfi dengan nada mantap.
Pelayanan KIA Lengkap dan Baik, Kemenkes RI Tunjuk RSUD Waled Jadi RS Pengampu
Baca Juga:Lampaui Target, Bea Cukai Bekasi Himpun Penerimaan Negara Hingga Rp 1,93 TriliunSekda Wanti-wanti Masyarakat Jaga Kebersihan Masjid Al Jabbar
Terkait pelayanan KIA di RSUD Waled sejauh ini sudah berjalan cukup baik, dengan kata lain dari permasalahan yang ada sudah bisa dihandle sendiri tanpa harus melakukan ‘kolaborasi’ dengan pihak lain. “Ya, hal itu karena Kita sudah memiliki dokter spesialis anak konsultan perinatologi, dokter kandungan konsultan fetomaternal, dokter kandungan konsultan obgynsosial, dokter anestesi konsultan internsive care, dokter spesialis mikrobiologi klinik yang kesemuanya dibutuhkan dalam pelayanan KIA,” terangnya.
Bahkan lengkapnya pelayanan terkait KIA di RSUD Waled ini mengundang perhatian Kemenkes RI untuk kembali berkunjung pada akhir Desember 2022 lalu. “Alhamdulillah kemarin, tepatnya pada H-2 tahun baru 2023, ada kunjungan visitasi Kemenkes RI. Kemungkinan RSUD Waled akan ditunjuk sebagai pengampu layanan KIA untuk beberapa RS lain di Wilayah 3 Cirebon karena memiliki SDM yang cukup lengkap,” tandasnya.
Dengan layanan-layanannya yang advance, dokternya yang expert, dan alat-alat teknologi kedokteran yang canggih dan raihan akreditasi paripurna five stars dari Kemenkes, tak lantas membuat RSUD Waled terlena. Hal itu dibuktikan dengan inovasi yang kembali dilakukan tahun ini melalui Program prioritas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pilot Project Academic Health System (AHS) dan sejumlah terobosan lainnya. (jay/adi/adv)
