Sementara itu, Puneet Verma, Direktur Operasi Pabrik L’Oréal Indonesia mengatakan jika L’Oreal yang memimpin industri kecantikan saat ini berkomitmen untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
“Melalui L’Oréal For the Future, kami berkomitmen untuk mencapai 100% netralitas karbon di semua lokasi kami pada tahun 2025 secara global,” katanya. Selain itu, yang lebih ingin disoroti adalah menyaksikan percepatan transformasi internal dan berkontribusi mengatasi perubahan iklim di Indonesia.
“Pada tahun 2021, semua lokasi kami sudah menggunakan 100% energi primer terbarukan dan pada tahun 2023, pabrik kami di Kawasan Industri Jababeka akan mencapai 100% netralitas karbon. Bersama-sama, kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan dapat menjadi bagian dari solusi untuk tantangan yang dihadapi dunia,” tambahnya.
Baca Juga:Pengurus Katar Wibawa Mukti Desa Karangbaru Resmi DilantikKapolri Bakar Semangat Anggota Pengamanan KTT G20: Jadikan Ini Kebanggaan dan Kehormatan Kalian
Yasuhiro Yamamoto, Presiden Direktur Hitachi Astemo Bekasi Manufacturing mengatakan dengan peluncuran instalasi 1248kWp rooftop solar PV di pabrik kami pada bulan Oktober, dan menjadi yang terbesar hingga saat ini di Kawasan Industri Jababeka, Hitachi Astemo ingin mempercepat transisi ke Net Zero Emisson.Berangkat dari misi ini, Agung menekankan bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjaman dari generasi mendatang.
“Menjembatani pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission, Jababeka, Pertamina, Hitachi, Unilever, dan L-Oréal siap mengerahkan segala sumber dayanya untuk mencapai tujuan ini,” paparnya.
Dalam KTT B20 Summit yang diselenggarakan di Bali pada 13 November 2022, Agung Wicaksono juga berpartisipasi sebagai Deputy dan Co-Chair dari B20 Taskforce for Energy, Sustainability and Climate.
“Seruan aksi yang disampaikan dalam KTT ini dimaksudkan agar perusahaan di Indonesia bergabung dalam komitmen energi hijau dan menciptakan gelombang baru inisiatif dekarbonisasi,” tutup Agung Wicaksono. (Red)
