Peran Ketahanan Kesehatan Fisik Mental dan Sosial Masyarakat Inklusi Dalam Melaksanakan Regulasi Di Jabar

Peran Ketahanan Kesehatan Fisik Mental dan Sosial Masyarakat Inklusi Dalam Melaksanakan Regulasi Di Jabar
0 Komentar

Mengaktifkan Posyandu Multifungsi “Sadar Sehat Jiwa” di setiap RW adalah pola yang paling tepat diarea pendataan dan promosi Kesehatan Jiwa;

Sekda Kota dan Kabupaten sebagai pimpinan tertinggi penanganan Bencana di daerah sudah seharusnya mewajibkan setiap Camat memiliki TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat); TPKJM ini merupakan suatu wadah koordinatif lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa dan psikososial dengan bekerja sama pada lintas sektor terkait, peran serta masyarakat, kemitraan swasta, LSM , kelompok profesi dan organisasi masyarakat. Wadah koordinatif ini secara terpadu  dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa sehingga akan terbentuk perilaku sehat sebagai individu, keluarga dan masyarakat yang memungkinkan setiap orang hidup lebih produktif secara sosial dan ekonomis;

Hal ini sangat mendesak difasilitasi oleh Sekda Provinsi- Kota dan Kabupaten di Jawa Barat melalui regulasi penanganan bencana masyarakat inklusif sebagai program elaborasi berkelanjutan dalam Pengurangan Risiko Bencana Kesehatan Jiwa.

Baca Juga:Satu Keluarga Miskin Di Bekasi Hidup Di Rumah Nyaris Roboh, Tanpa Tersentuh Pemerintah1.000 Butir Inex Diamankan SatRes Narkoba Polres Mesuji Berikut 2 Pelakunya

Salah satu Pemodelan Kampanye Pengurangan Risiko Bencana Kesehatan Jiwa ( PRB Keswa) yang dilakukan di Jawa Barat dengan adanya  program JABAR CEKAS yaitu; mengkampanyekan 10 (sepuluh) tahapan kemandirian penyintas untuk didorong berani cegah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak; berani berbicara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, berani berpihak kepada korban, berani berkata tidak, berani melawan, berani maju, berani bergerak, dan berani melindungi korban kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Program Kampanye ini menggandeng Tim WSDK (Women Self Defense KopoRyu)

WSDK terbentuk sejak tahun 2006 oleh Sofyan Hambally yang resah akan peningkatan kejahatan pada perempuan. Gerakan teknik yang diajarkan diadopsi dari Karate dan Ju-Jitsu, yang kemudian dimodifikasi dengan gerakan dan benda sehari-hari yang biasa dibawa. Ia berpegang teguh pada kutipan yang diciptakannya, ” Lembut bukan berarti lemah. Didalam kelembutan tersimpan kekuatan”.

Tim WSDK akan melatih harus dimiliki  kemampuan dasar bela diri bagi perempuan dan anak agar tidak menjadi korban kekerasan baik seksual maupun kekerasan fisik dan kekerasan bullying yang sedang marak saat ini. Selain WSDK Kampanye CEKAS ini didukung penuh oleh Ibu Atalia Praratya yang dikenal sebagai pendiri Jabar Bergerak sejak tahun 2019 dengan SARLING disetiap Kota dan Kabupaten.

0 Komentar