Sadis..!! Dua Jurnalis Karawang Diculik & Dianiaya Oknum Pejabat

Sadis..!! Dua Jurnalis Karawang Diculik & Dianiaya Oknum Pejabat
FOTO TERKINI KORBAN PENGANIAYAAN. KIRI: JUNOT DAN KANAN: ZAENAL.
0 Komentar

KARAWANG – Dua jurnalis Kabupaten Karawang diduga diculik dan dianiaya oknum pejabat. Mereka adalah Gusti Gumelar alias Junot (Pemred media online alexanews.id) dan Zaenal Musthofa wartawan jabarpublisher.com perwakilan Karawang. Atas tindakan kekerasan oknum tersebut, keduanya melaporkan kasus ini ke Polres Karawang dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin (19/9/2022), pukul 20:00 WIB.

Sadis..!! Dua Jurnalis Karawang Diculik & Dianiaya Oknum PejabatKEDUA KORBAN KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN DI KARAWANG. (KIRI JUNOT & KANAN ZAENAL)

Saat diwawancarai sejumlah wartawan, Junot mengatakan, kejadian ini bermula saat usai acara launching Persika. Dirinya kebetulan saat itu masih di stadion. Di sana Ia dibawa ke ruangan yang sebelumnya bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa. Ruangan ditutup dan tidak diperbolehkan ada orang yang masuk selain orang-orang dia (oknum pejabat tersebut). 

Baca Juga:Gabungan LSM & Ormas Hangatkan Lagi ‘Borok’ Hibah UGJRidwan Kamil Dorong Pembinaan Atlet Golf Usia Muda di Jabar

“Megang hp pun komunikasi terbatas, bahkan sampai sekarang hp saya disita oknum ajudan dan gak tau dimana. Disitu ditanya, Zaenal dimana. Saya mulai menerima pukulan dari kalangan supporter, terus dia sendiri mencekoki saya dengan minuman keras,” ungkap Junot. “Bahkan oknum pejabat berinisial A itu untuk ketiga kali mencekoki saya dengan air kencing. Dia juga melakukan pemukulan dan penyikutan dikepala. Kemaluan saya juga ditendang juga oleh oknum lainnya. Bahkan A ini juga melakukan pengancaman. Ada sekitar 4-5 orang yang memukuli saya saat itu,” sambung Junot.

Dikatakan Junot, penganiayaan diterimanya dari malam hari sampai pagi hari. Ia sadarkan diri dan bisa pulang karena dijemput saudaranya. Ia juga diselamatkan ke salah satu kantor dinas. Dan baru pulang kerumah pukul 18:00 WIB, Minggu (18/9/2022). Lebih lanjut Junot memaparkan, dirinya dianggap memprovokasi, dan meng-up soal jabatan kosong, dan sorotan lainnya mengenai launching Persika. Bahkan menurut Junot, pelaku diduga tidak hanya oknum pejabat itu saja, namun ada oknum ajudan berinisial R yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) Karawang.

Ada juga ancaman bahwa saya jangan buka LP, Kalau buka LP saudara saya diancam akan diberhentikan dan ada ancaman pembunuhan dengan mengatakan, nanti anak saya jadi anak yatim. Dan disitu setahu saya ada sekitar 4-5 orang oknum PNS, dan saya kenal,” terangnya. Dijelaskan Junot, penganiayaan yang diterimanya terpisah dengan korban bernama Zaenal yang juga merupakan seorang jurnalis. “Sambil menjemput Zaenal ke rumahnya pun, saya masih dianiaya di dalam mobil. Dan Zaenal dijemput paksa pada pukul 04:00 dini hari,” jelasnya.

0 Komentar