“Bom Waktu” Penipuan Miliaran Rupiah Haji Furoda Meledak, Pelaku Sudah Ditahan?  

“Bom Waktu” Penipuan Miliaran Rupiah Haji Furoda Meledak, Pelaku Sudah Ditahan?  
0 Komentar

Dijelaskan TR, selama jeda waktu rencana pengembalian (sebelum tanggal 13 Agustus 2022), para korban korban terus berkomunikasi bahkan sampai membuat group WA guna mendiskusikan masalah ini. Karena menurut mereka saat itu masih ada itikad baik SR untuk mengembalikan, maka para korban tidak langsung menempuh jalur hukum seperti yang dilakukan YL (jemaah asal Malang).

Namun janji tinggalah janji, hingga kini uang mereka tak kunjung kembali, bahkan ada juga calon haji yang kini paspor-nya masih ditahan pihak travel umroh haji tersebut. TR dan sejumlah korban lainnya berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan uang haji yang telah disetorkan kepada oknum travel haji tersebut bisa segera dikembalikan. 

Diberitakan sebelumnya oleh sejumlah media, YL, Jemaah Calon Haji (CJH) asal Kota Malang melaporkan SR, Direktur perusahaan PT Musafir Internasional Indonesia Tour Travel Umrah dan Haji ke Polresta Malang.

Baca Juga:Sempat Dikhawatirkan Molor, Dishub Jabar: Terminal Ciledug Bakal Rampung Sebelum DeadlineHebat..!! Realisasi Pajak Kendaraan Di Samsat Ciledug Lampaui Target

“Saya bersama jalemaah lain sejak 26 Juni sampai 6 Juli 2022 di penginapan tanpa ada kejelasan keberangkatan,” ujarnya, pada Jumat (8/7/2022). Padahal, ia mengaku bahwa telah dijanjikan oleh SR bakal berangkat haji furoda pada tanggal 28 Juni 2022 lalu. Namun, kepastian tersebut tak ada titik temu. Pihak travel pun terus berkilah, seperti halnya beralasan bahwa visa masih belum keluar.

“Sempat ada pengumuman mau berangkat. Tanggal 28 Juni kita siap-siap tapi katanya visa belum keluar. Semua pengumuman di grup. Kita disuruh menunggu, akhirnya sampai tanggal 29 Juni gak ada kabar,” ungkapnya. Ia juga menceritakan, selama selang waktu para jamaah berada di penginapan di daerah Tangerang, sempat dimintai uang biaya tiket sebesar Rp 32 juta hingga dimintai uang biaya visa per orang Rp 55 juta.

“Jamaah ada yang transfer sendiri-sendiri mungkin biar visa cepat keluar cepat berangkat. Tapi yang Rp 32 juta, karena dari agen yang mendampingi di kembalikan. Terus ada tambahan biaya Rp 55 juta, kita panik karena sudah gak punya uang. Kalau kita gak setor itu, gatau yang jamaah lainnya,” kata Y yang berencana haji bersama dengan 5 anggota keluarganya. Y mengatakan, CJH yang berasal dari wilayah Malang diketahui sebanyak 67 orang. Semuanya juga gagal berangkat.

0 Komentar