Punya Belasan Situs Sejarah, Desa Sirnabaya Bertekad Jadi Desa Wisata

Punya Belasan Situs Sejarah, Desa Sirnabaya Bertekad Jadi Desa Wisata
0 Komentar

CIREBON –  Cirebon dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, termasuk dalam hal sejarah. Selama ini kita lebih mengenal situs Gunungjati. Padahal di desa tetangganya yakni Desa Sirnabaya, Kec Gunung Jati, Kab Cirebon juga banyak menyimpan cerita sejarah yang belum banyak terkuak. Bahkan keberadaannya disebut-sebut lebih tua dari Gunungjati.

Punya Belasan Situs Sejarah, Desa Sirnabaya Bertekad Jadi Desa WisataRAWIN (KUWU SIRNABAYA) SAAT MENJELASKAN POTENSI WISATA YANG ADA DI DESANYA.

Salah satu fakta sejarah yang berada di wilayah Desa Sirnabaya ini adalah mengenai Keratuan Singhapura. Sebuah kerajaan yang berdiri pada masa Kerajaan Galuh. Uniknya, meskipun pada saat itu mayoritas penduduknya beragama Hindu namun sang rajanya sudah menjadi pemeluk agama islam.

Baca Juga:Meriahkan HUT RI ke-77, RSUD Waled Gelar Aneka LombaGubernur Jabar Luncurkan Tapal Desa Digitalisasi Lumbung Padi

Desa Sirnabaya yang kental dengan nilai sejarah ini dibuktikan dengan adanya belasan situs yang terdapat di sana. Hal ini mendorong pemuda setempat untuk menggagas desa tersebut menjadi desa wisata. Kini desa tersebut juga sudah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diketuai oleh Riska Surya Winata.

Rencana ini disambut baik Kuwu Sirnabaya yakni Rawin. Hal ini terkuak saat ditemui Redaksi JP berkunjung ke sana belum lama ini. Kuwu Sirnabaya menceritakan pihaknya saat ini tengah mengusulkan perwujudan desa wisata ke Pemkab Cirebon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 

“Kami mempunyai beberapa situs andalan  peninggalan kerajaan Singhapura. Ada Makam Nyimas Subang Larang/Subang Keranjang, Makam Ki Agung Tapa, Bale Romo, Rumah Romo, Sumur Pandan Wangi dan banyak lagi. Keinginan kami sebetulnya ingin dibangun sekaligus, namun tergantung dari Pemerintah Kabupaten Cirebon dan ketersediaan anggaran. Terus terang kami prihatin, karena sering ada kunjungan dari luar kota baik dari Karawang, Subang, Banten dan daerah lainnya untuk berziarah dan meninjau langsung situs-situs di sini,” ungkap Rawin didampingi Guide Situs (Kliwon Komarudin) dan Tim Pokdarwis.

Menurutnya, peninggalan-peninggalan kerajaan Keratuan Singhapura masih bisa dilihat di seputaran Desa Sirnabaya selain peninggalan bangunan, Keratuan Singhapura pun memiliki tradisi-tradisi yang hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Cirebon. Bahkan di kantor desa setempat ada sebuah Kursi yang dikeramatkan bernama “Krosi Kencana Agung”. Konon katanya, siapa yang berani duduk dikursi tersebut akan terkena bala.

0 Komentar