Pikap Terjun ke Jurang di Ciamis, Delapan Orang Tewas

Pikap Terjun ke Jurang di Ciamis, Delapan Orang Tewas
0 Komentar

CIAMIS – Delapan orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka saat sebuah mobil pikap bermuatan belasan penumpang hilang kendali dan terjungkal di tikungan “Warung Mbah Godek” di Ciamis, Jawa Barat. 

Lokasi tepat insiden maut itu terjadi di Jalan Cikijing – Sukamantri – Panjalu, Dusun Cimara, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kab Ciamis Senin (8/8/2022) pagi. Mobil meluncur deras sebelum akhirnya terhenti di dasar jurang. 

Dalam insiden itu, belasan penumpang yang duduk di bak terbuka terbentur-bentur dan saling tertindih. Begitu pula empat lainnya yang ada di kabin.

Baca Juga:FajarPaper Serahkan Bantuan 500 Paket Sembako, 1 Unit Kendaraan Angkutan Sampah dan 80 Sembako Untuk Desa Harjamekar dan Panti AsuhanMinggu Sore Di Losari, Nyawa Kembali Melayang Karena Tertabrak Kereta Api

Aup (37), Ketua RW 16, Dusun Cimara, yang ikut mengevakuasi para korban, mengatakan semua korban kecelakaan ini adalah satu keluarga, rombongan dari Jatiwangi, Majalengka yang hendak ke Panjalu, Ciamis, untuk menghadiri syukuran khitanan. Di mobil Misthubisi Colt E 8393 YJ yang terjungkal terdapat sebanyak 17 orang penumpang. 

“Empat orang di depan termasuk sopir. Lebihnya di belakang, di bak terbuka, ditutup terpal menggunakan penyangga dari bambu,” ujarnya. Sebelum kecelakaan terjadi, ungkap Aup, mobil meluncur dari arah Maniis, melintasi jalan menurun yang berbelok-belok.

“Ketika melintas tikungan dekat warung kopi milik Endang Purnama alias Mbah Godek, mobil bak sepertinya mengalami gangguan rem, sehingga mobil yang seharusnya belok kiri mengikuti tikungan, malah meluncur lurus dan terbang di atas kebun cabai Mang Aep,” ujar Aup.

Setelah terbang melewati kebun cabai Mang Aep, mobil pun akhirnya terjun ke jurang belakang rumah Mang Alit dan nyungsep di rumpun bambu. “Posisi mobil nyungsepnya nungging. Kabin depannya ke bawah ringsek menghantam rumpun bambu,” ujarnya.

Meski terjun ke jurang, kata Aup, tak ada penumpang yang terpelanting ke luar. Mereka tak terlempar karena terhalang terpal yang sengaja dipasang sebagai atap. “Para korban yang meninggal, semuanya ditemukan menumpuk dalam bak terbuka yang dikurung atap terpal itu. Ada tujuh orang yang meninggal. Kondisinya luka-luka. Ada anak-anak, tapi kebanyakan orang dewasa. Kami ramai-ramai melakukan evakuasi bersama petugas,” katanya. Aup mengatakan, sewaktu dievakuasi, empat penumpang yang ada di kabin depan masih selamat. “Tapi luka-luka. Paling parah kondisi sopir,” ujarnya.

0 Komentar