“Saat ini masih diperlukan, untuk mengurangi gap atau kekurangan anggaran, terlebih untuk kepentingan siswa,” kata Imam yang pernah menjadi anggota Dewan Pendidikan Kota Bandung dan Jawa Barat. “Sebenarnya itu semua tanggungjawab pemerintah. Diumpamakan kalau kebutuhan sekolah itu ada diangka 100 dan baru bisa memenuhi angka 70, maka orangtua tidak akan keberatan menutupi kekurangannya, asal benar. Pengelolaan uang perlu adanya trush kehati-hatian, efektif dan tepat sasaran. Sebaliknya jangan korupsi, over volume, over price dan fiktif,” pungkasnya. (red)
Komite SMAN 14 Kota Bandung Patut Dicontoh Dalam Pengelolaan Sumbangan Wali Murid
