Komite SMAN 14 Kota Bandung Patut Dicontoh Dalam Pengelolaan Sumbangan Wali Murid

Komite SMAN 14 Kota Bandung Patut Dicontoh Dalam Pengelolaan Sumbangan Wali Murid
0 Komentar

Sedangkan untuk pembentukan karakter siswa, sebelum pandemi melanda di Tanah Air (Maret 2020), rutin diadakan pendidikan bela negara bagi siswa baru SMAN 14 Kota Bandung. Mereka diasramakan sekitar tiga hari dua malam. Dididik jiwa korsanya, dilatih fisik serta kedisiplinannya oleh Pusenif. 

Saat ditanya kenapa para orangtua siswa selama ini secara sadar dan sukarela menyumbang ke sekolah, kata Imam karena komite sekolah selama ini memegang kepercayaan dari mereka. Tidak menyelewengkan anggaran yang ada. “Artinya kita konsisten membangun. Sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat itu kepercayaan. Building trush sangat berat, apa yang kita ucapkan, laksanakan, laporkan harus sesuai. Plan do check act (PDAC),” kata Imam yang pernah menjabat Wakil Rektor III, Telkom University. “Insya Allah amanah manfaatnya dirasakan oleh siswa dan orangtua siswa,” imbuhya.

Meskipun begitu, kata Imam disaat pandemi, sumbangan dari orangtua siswa tidak selancar seperti biasanya, karena terdampak secara ekonomi. FWP juga menanyakan mengenai jumlah komite SMAN 14, kata Imam hanya lima orang, sejauh ini efektif dan kompak. Namun begitu dirinya juga tidak memungkiri ada saja perbedaan, namun secara umum relatif berjalan baik.

Baca Juga:Banjir Bandang Kepung Garut, Ratusan Warga MengungsiPolresta Cirebon Ungkap Aneka Kasus Kejahatan, 17 Tersangka Berhasil Dibekuk

Perwakilan FWP juga menanyakan apakah ada bendahara khusus komite sekolah dalam pengelolaan sumbangan orangtua siswa, jawabnya selama ini tidak ada bendahara komite. “Bendaharanya ya dari sekolah. Laporan keuangan terkontrol dari rekening koran. Jadi uang masuk dan keluar harus melalui rekening (rekening bersama komite dan sekolah) yang dibuat khusus. Kami juga tidak ngantor di sekolah dan tidak digaji. Malah sebaliknya terkadang menggunakan uang pribadi untuk membantu keperluan sekolah apabila anggaran dari pemerintah belum turun,” kata Imam.

Imam juga menjelaskan mengenai peran penting komite di sekolah, menurutnya ada empat tugas pokok komite sekolah yakni advisory (penasihat), monitoring (pemantauan), supporting (mendukung) dan mediatory (menengahi/mencari jalan ke luar). FWP Jabar pun menyinggung mengenai sumbangan orangtua siswa saat ini karena tidak sedikit sekolah yang ketakutan dianggap melakukan pungutan liar (pungli), kata Imam sangat diperlukan kalau anggaran peningkatan mutu layanan pendidikan dari pemerintah belum bisa tertutupi semua. Di samping itu juga dikomunikasikan dengan orangtua siswa.

0 Komentar