Pemerintah Seriusi Penyerapan SDM pada Pembangunan KITB

Pemerintah Seriusi Penyerapan SDM pada Pembangunan KITB
0 Komentar

Namun dirinya melihat, kebutuhan  tenaga kerja tidak selalu membutuhkan dari lulusan sekolah yang tinggi. Namun diutamakan skill dan soft skill yang cukup baik.

“Kita lagi mendorong bagaimana proses koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah dan investor. Dalam hal ini bagaimana supply and demand dalam ketenagakerjaan itu nyambung,” ungkapnya.

Sering kali, sambung Abetnego, kita tahu jumlah yang dibutuhkan, tapi skill apa yang dibutuhkan. “Kita butuh informasi yang lebih detil. Ini proses yang sedang kita dorong, untuk menghindari miss match,” katanya.

Baca Juga:Mantan Kuwu Gagasari Benarkan Lahan Sengketa Adalah Milik Odong FatonahWejangan Gubernur Ridwan Kamil ke KNPI Jabar: Lebih Kompak dan Mandiri

Kebutuhan dalam jangka pendek tahun 2023, dibutuhkan tenaga kerja mencapai 20.533 orang. Dalam konteks pemenuhan tenaga kerja, pemerintah optimis. Namun keberpihakan pemerintah ingin memastikan orang lokal menjadi aktor penting bukan hanya jadi penonton.

“Tetapi bagaimana saudara-saudara kita masyarakat lokal menjadi pekerja-pekerja handal yang dibutuhkan sesuai bidang nya,” harapnya.

Saat ini sudah ada beragam industri manufaktur, industri kaca, industri kesehatan dan industri sepatu, dan lain sebagainya.  

Dikatakan Galih Saksono selaku Direktur Utama PT KITB mengatakan, untuk saat ini pembangunan Kluster 1 fase 1 di lahan 450 Ha, sudah berhasil sold out dalam waktu kurang dari 2 tahun.

“Terdapat 12 investor yang sudah berkomitmen dengan kami 7 investor diantaranya sudah melaksanakan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) di Grand Batang City,” ujar Galih Saksono dalam sambutannya di FGD.

Sementara, Direktur Operasional & Teknik, Adler Manarissan Siahaan menjelaskan, kegiatan ini upaya antar pemangku kepentingan dalam menterjemahkan visi dan misi Presiden RI, membangun Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Jawa Tengah.

Upaya penyiapan penyerapan ketenagakerjaan, pihaknya telah menerima informasi dari tenant (pelaku industri). Mengumpulkan semua kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan tenant dan mencocokan dengan ketersediaan tenaga kerja yang ada.

Baca Juga:Kelompok Curanmor Bareng Oknum Petugas Pelabuhan Dibekuk Polisi Gegara Maling MotorKomisi I Jadwalkan Rapat Tahapan Pemilu Serentak

“Tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas. Bahwa nanti scope epicentrum nya akan melebar berarti itu sudah market mecanism,” ujarnya.

“Tapi untuk sementara kita akan fokuskan di (Kabupaten) Batang dan sekitarnya dulu,” tambahnya.

Ditambahkan Budi Reing Wirawan, GM Human Capital Management PT KITB, melalui kegiatan FGD menjadi salah satu upaya serius dalam menyiapkan penyerapan tenaga kerja agar sesuai supply and demand.

0 Komentar