BELASAN NAMA PEMANDU LAGU DANGDINGDONG TERPAMPANG PADA KOLOM ABSEN KARYAWAN. UNTUK MELINDUNGI PRIVASI, NAMA-NAMA SENGAJA DITUTUPI
Para PL juga wajib mengisi absensi kehadiran yang disediakan manajemen. Dari sejumlah info yang dihimpun, para PL merupakan warga Ciledug, namun ada pula yang berasal dari luar Cirebon. Namun JP belum mengkroscek lebih dalam, apakah ada LC yang dibawah umur atau tidak.
Terkait fenomena yang terkuak di Karaoke Dangdingdong tersebut, Ketua Forum Komunikasi Linas Iman (Forkolim) Kec Ciledug, Suherman akhirnya angkat bicara. Diakuinya, belakangan ini banyak yang mengadukan tentang fenomena yang ada di Dangdingdong. “Jelas prihatin sekali. Kami tidak menutup mata dan telinga, memang banyak aduan terkait keberadaan PL dan karaoke yang menjual miras di Karaoke itu. Upaya terdekat kami akan adakan pertemuan khusus untuk membahas masalah ini dengan semua anggota forum,” ungkapnya.
Baca Juga:Pria Tanpa Identitas Tewas Terserempet KA Di Losari – CirebonKapolri Tinjau Vaksinasi Masal di Bekasi
Keprihatinan serupa juga disampaikan RG, warga Desa Jatiseeng, Kec Ciledug. Pasca Karaoke Dangdingdong membuka lowongan LC, sejumlah rekannya juga tak ayal menjadi pemandu lagu di sana. “Banyak teman saya juga pada jadi PL di Dangdingdong. Padahal awalnya pendiam, pas kemarin lihat langsung saya kaget, dia pakai pakaian seksi pas mau berangkat kerja,” ungkapnya kepada Wartawan JP. “Sedih sih sebetulnya, beda kalau misalkan sama PL nya gak kenal mungkin biasa saja. Kalau tahu itu teman kita ya miris juga kang. Karena kan hal seperti itu dekat dengan kemaksiatan yang lainnya,” imbuh RG yang sehari-hari bekerja di sebuah Kafe di Ciledug.
SEJUMLAH PEMANDU LAGU DANGDINGDONG STENBAY MENUNGGU TAMU. PEMANDANGAN SEPERTI INI BAHKAN BISA TERLIHAT DARI LUAR GEDUNG APITA VILLAGE
Sedangkan sumber JP lainnya menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu sempat ada razia dari Satpol PP di Karaoke tersebut, namun tindak lanjut dari razia atau operasi tersebut tidak terdengar. “Waktu itu juga ada razia kalau tidak salah dari Satpol PP Jabar, tapi hasilnya apa gak tahu. Buktinya sampai sekarang masih seperti itu (jual miras dan sedia PL),” ungkap sumber saat ditemui JP pada acara Capgomeh di Ciledug.
