
Ketua BPD Sumbakeling (Dudung)
Temuan Kang Eem bersama rekan rekan juga disikapi positif oleh Ketua BPD Sumbakeling. Ia mengucapkan terima kasih atas uji coba pupuk organik cair dari sampah rumah tangga ini. “Mudah-mudahan jangan putus sampai di sini. Terus gencarkan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat merasakan manfaatnya. Kesuksesan program ini harus disupport juga oleh masyarakat, Pemdes, dan semua pihak, terutama dalam faktor Permodalan,” katanya.
“Insya Allah tahun 2022 ini akan diajukan kembali dari dana desa untuk bidang pemberdayaan masyarakat dan semoga untuk produksi pupuk cair ini bisa bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK. Saya yakin jika kita bersama-sama saling mensupport maka Desa Sumbakeling bisa menjadi Pioneer untuk nasional,” jelas Dudung.

Kang Eem (Ketua LPM Sumbakeling)
Selain Inisiator dari program “Pupuk Sumbakeling” ini, Nurlaksana alias Kang Eem juga dikenal sebagai inspirator bagi masyarakat baik di Kuningan maupun luar Kuningan, karena telah berhasil menemukan berbagai temuan yang bermanfaat. Terlebih background-nya sebagai herbalis juga telah menebar kemanfaatan bagi masyarakat sejak lama.
Baca Juga:Kapolres Metro Bekasi Patroli Bersepeda Sambil Tinjau Vaksinasi AnakUang Kripto Wajib Dilaporkan di SPT Tahunan
Terkait produk pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk cair ini, ia berharap tidak hanya diterapkan di Desa Sumbakeling saja tetapi desa desa lain pun bisa menghasilkan hal serupa. “Insya Allah penemuan ini bisa bermanfaat untuk Kuningan, Jawa Barat, bahkan untuk Indonesia. Adanya respon cepat dari daerah lain bukan berarti Pemkab Kuningan tidak mendukung, hanya waktunya saja yang belum tepat. Saya yakin Bupati Kuningan akan datang langsung ke Sumbakeling untuk meninjau dan mendalami temuan ini,” ujar Kang Eem.
Terkait pola pemasaran lintas daerah Ia menjelaskan bisa dilakukan dengan pola barter sesuai dengan kebutuhan. Adapun pola sosialisasi akan dilakukan dari desa ke desa secara estafet sudah dilakukannya. “Karena meskipun bidang nya hanya sampah, tapi langkah ini sebagai bentuk bela negara,” tegasnsya.
Terakhir Kang Eem berharap Pemkab Kuningan bisa mendukung riset ke depan, karena selama ini Ia menggunakan biaya sendiri untuk riset. “Masalah riset ini tidak mudah dan tidak murah, semoga ke depan Pemkab Kuningan bisa mensupport riset yang kami lakukan,” harapnya.
