KAB GARUT – Kejam! Pengendara mobil misterius membawa Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) yang terkapar saat kecelakaan di Jalur Nagreg (Perbatasan Bandung – Garut). Dua Sejoli itu kemudian dibuang pelaku di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Kejadian tabrakan antara sepeda motor yang ditumpangi Handi dan Salsa dengan mobil bercat hitam itu berlangsung di Jalan Nasional III, Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12/2021) sore.
Inilah wajah kedua korban tabrak lari yang kini sudah tiada.
Setelah sejoli tersebut dievakuasi, pemobil misterius itu kemudian melaju ke arah Limbangan Garut. Sejak itu, keberadaan Handi dan Salsa tidak diketahui. Seolah menghilang ditelan bumi tanpa tahu kabar pasti apakah keduanya masih hidup atau sudah tak bernyawa.
Lalu pada Kamis (15/12/2021), pihak keluarga menerima adanya informasi mengenai penemuan dua jasad tanpa identitas di Sungai Serayu, Jateng. Setelah dicek keluarga, ternyata dua mayat itu Handi dan Salsa. Jenazah sejoli tersebut dibawa pulang dan dimakamkan di pemakaman umum kampung masing-masing yang berada di Limbangan Garut dan Nagreg Bandung, Minggu (19/12) dini hari.
Baca Juga:Ketua KPK Pensiun dari PolriDokter RSUD Waled Kupas Cara Jitu Hadapi Varian Omicron
Atas insiden tersebut seorang advokat asal Kab Garut bernama Faisal Arif Hidayat SH., MH. berinisiatif mendampingi korban hingga para pelaku ditangkap. Hebatnya pendampingan hukum terhadap kedua korban ini diberikan tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis.
“Kemudian kedua korban ditemukan, Sabtu 18 Desember 2021, di dua lokasi yang berbeda yaitu Handi ditemukan di Sungai Banyumas dan Salsabila ditemukan di sungai Cilacap. Pada saat kejadian korban dibawa oleh penabrak yang diduga berjumlah 4 orang menggunakan mobil mereka sendiri tanpa didampingi warga ataupun keluarga korban. Kemudian keluarga korban pun bergegas mencari keberadaan para korban di berbagai lokasi rumah sakit terdekat sampai ke arah tasik juga ke Kota Bandung namun hasilnya nihil. “Saya mencari korban mulai dari puskesmas-puskesmas hingga rumah sakit besar di Tasik bahkan Bandung juga, namun tidak ditemukan,” tutur Etes Ayah Handi.
Saksi mata di TKP mengatakan korban dibawa oleh penabrak yang saat itu menggunakan mobil berwarna hitam dop namun lupa melihat nopol-nya. “Saya lihat pelaku memakai mobil Isuzu Panther hitam dop namun nomor polisi nya saya lupa,” ujar saksi.
