Sementara kepada para kepala sekolah serta para guru, Pak Uu mengingatkan agar terus menanamkan nilai- nilai agama, moral, dan akhlak. Demi mencegah peserta didik melakukan pelanggaran norma maupun hukum.
Lebih jauh, Pak Uu berharap agar para kepala sekolah dapat menghantarkan anak didik menjadi manusia unggul paripurna. Sehingga kepala sekolah dan para guru harus visioner, inovatif, serta kolaboratif.
“Tinggalkan ego sektoral, perkuat kolaborasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat,” katanya.
Baca Juga:Gubenur Ridwan Kamil Sampaikan Pemulihan Sungai Citarum di Konferensi Dunia COP26Sekda Jabar Resmikan Poliklinik BPJS dan Rawat Inap RSUD Al-Ihsan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat Endang Sisilatusti menyebut ada sekitar 288 SMA/ SMK/ MA/ SLB di Kabupaten Cianjur. Adapun untuk sekolah negeri ada sebanyak 42 sekolah.
Tercatat sebanyak 20 persen sekolah tingkat SMA/SMK/MA/SLB di Cianjur belum melaksanakan PTM terbatas dengan berbagai alasan seperti belum siap, orang tua belum mengizinkan, dan sejumlah hal lainnya.
“Terkait vaksin, peserta didik masih di angka 52 persen. Tenaga pendidik mencapai 98 persen, adapun yang 2 persen karena berbagai kondisi misalnya hamil, atau penyakit bawaan, serta kondisi tertentu,” katanya. (rio/rdi)
