Pertama Di Kuningan! LPM Desa Sumbakeling Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik

Pertama Di Kuningan! LPM Desa Sumbakeling Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik
FOTO BERSAMA - Para peserta pelatihan berfoto bersama usai acara digelar di Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan.
2 Komentar

KUNINGAN – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sumbakeling, Kec Pancalang, Kab Kuningan, dan Kelompok Masyarakat Bangkit Bersama melakukan inovasi luar biasa dalam bidang pertanian yakni membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga. Adapun acara pelatihan digelar di kantor desa setempat dengan melibatkan sedikitnya 50 warga dalam kegiatan bertajuk ‘Pengembangan Sarana dan Prasarana Mikro, Kecil, Menangah dan Koperasi’, Minggu (10/10/2021) siang.

Pertama Di Kuningan! LPM Desa Sumbakeling Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk OrganikJELASKAN – Ketua LPM Desa Sumbakeling Nurlaksana (Kang E’em) menjelaskan proses penguraian sampah menjadi pupuk kepada para peserta.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua LPM Desa Sumbakeling Nurlaksana atau akrab disapa Kang E’em, Ir. I. Ketut Sukanata MM MBA selaku Mentor, Kepala Desa Sumbakeling Rodiman, para perangkat desa, dan puluhan peserta pelatihan. Dari pantauan redaksi JP, acara berlangsung seru dan komunikatif. Para peserta juga tampak antusias karena ilmu dan manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ini, yaitu mengurai sampah menjadi pupuk kaya manfaat. Hal itu bisa dilakukan jika kita tahu cara dan formulanya. Dan dalam pelatihan tersebut hal itu dikupas tuntas oleh para ahli di bidangnya masing-masing.

Baca Juga:NIK Rangkap NPWP, Pemerintah Ngarep Omset & Kepatuhan Pajak NaikSebelum Beli, Kenali Plus Minus Ponsel Layar Lipat

Kang E’em dalam paparannya menejelaskan bahwa ide membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga ini sejatinya sudah ada sejak lama. Namun karena adanya pandemi covid-19 gagasan ini terpaksa harus tertunda dan baru bisa dilaksanakan saat ini. “Ini merupakan cita-cita kami dan LPM yang terpaksa harus tertunda karena pandemi. Seharusnya kita sudah bisa ekspor pupuk organik melalui ide ini,” katanya.

Dengan gagasan itu, sampah rumah tangga yang 70% nya sampah basah, maka bisa punya nilai plus dengan dibuatkan komposer, ditampung di bak sampah yang akhirnya bisa menghasilkan pupuk organik. Selanjutnya output pupuk tersebut bisa dimanfaatkan untuk pertanian di desa setempat juga di daerah lainnya. 

https://youtu.be/F1aMUS59zdw
Klik gambar diatas untuk melihat ulasan talkshow nya

Kang E’em yang juga ahli dalam bidang pengobatan herbal ini juga mengatakan bahwa ada sejumlah daerah yang meminta ide ini dikembangkan, seperti halnya Provinsi Jateng dan Kabupaten Majalengka. Namun karena rasa cintanya pada Kabupaten Kuningan Ia tidak begitu saja mengiyakannya. “Tekad saya, Kuningan lah yang menjadi pilot project dari gagasan ini, sebelum dikembangkan didaerah lain, karena saya cinta Kuningan,” ungkap Kang E’em diiringi tepuk tangan para peserta.

2 Komentar