DLH Jabar Kawal Pengolahan Limbah Industri di Tiga DAS

DLH Jabar Kawal Pengolahan Limbah Industri di Tiga DAS
0 Komentar

“Sasaran pesertanya pelaku usaha di 12 kota kabupaten yang ada di tiga DAS tersebut yaitu ada 16 perusahaan. Sembilan perusahaan berasal dari kawasan DAS Citarum yaitu yang berada di Purwakarta dan Kabupaten Bekasi,”ucap dia.

Sementara itu, terkait adanya pengaduan kondisi Sungai Citarum di kawasan Teluk Jambe Karawang awal pekan ini, Prima menuturkan hal itu tidak dipungkiri ada kaitannya dengan kegiatan usaha.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan DLH Karawang, di sana terdapat 81 industri di Karawang yang masuk ke DAS Citarum dengan berbagai jenis industri diantaranya kertas, tekstil, makanan, kimia, dan lainnya. Badan air penerima limbah dari industri tersebut di antaranya sebanyak 32 industri langsung ke Sungai Citarum dan 49 lainnya melalui anak sungai di DAS Citarum.

Baca Juga:Pandemi, Uu Ruzhanul Dorong Pemuda Jabar Tetap Mengembangkan DiriJabar Terima Hibah 121.648 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Penyandang Disabilitas

“DLH Karawang memiliki tim patroli sungai yang melakukan patroli setiap hari, pada saat ada pemberitaan di kompas, tim patroli sungai langsung menyusuri dan tidak menemukan ikan mati seperti yang diberitakan. Tim patroli DLH Karawang bersinergi dengan Satgas Citarum Harum dan rutin melakukan patroli bersama menyusuri Sungai Citarum,”ujar Prima.

Adapun warna hitam yang nampak secara visual, lanjut Prima, bisa disebabkan karena sedimen yang sudah akumulasi dalam waktu yang lama berwarna kehitaman dan ketika memasuki musim kemarau terjadi penurunan muka air  sehingga sedimen nampak terlihat dan mempengaruhi pandangan/visual terhadap warna air.

“Sejak adanya Satgas Citarum Harum, industri pencemar lebih tertib dalam pengelolaan limbahnya, namun upaya pemantauan di lapangan perlu lebih intensif dilaksanakan, hal ini untuk mencegah aksi pembuangan limbah secara sembunyi-sembunyi di luar kontrol tim pemantau/pengawas/patroli,”ujar dia.

Prima menegaskan, pembinaan terkait pengelolaan lingkungan terhadap sumber pencemar perlu terus dilakukan untuk mengurangi beban pencemaran yang masuk ke Sungai Citarum.

Data Kualitas Air dari Data Stasiun Monitoring milik KLHK yaitu di lokasi Jembatan Alun-alun karawang menunjukan status cemar ringan dengan metode storet dimana data yang terhitung hanya parameter Suhu, BOD dan COD. (hms/rls)

0 Komentar