Sementara, ketika dikonfirmasi ulang, Jumat sore, Cak Soleh juga menegaskan bahwa Ia sudah menghubungi Darsono berkali-kali guna memastikan jam pertemuan di hari yang dimaksud, namun tidak ada jawaban. “Terakhir tadi jam setengah 5 saya hubungi di reject teleponnya, padahal HP nya aktif,” cetusnya.
Admin dan Direktur PT. SLE Dipegang Saendy, Jadi Siapa Hasim?
Seiring berjalannya polemik ini, baik kuasa hukum maupun para pemilik pangkalan menemukan fakta yang janggal yakni adanya kesamaan nama dan tanda tangan yang tertera pada sertifikat pangkalan dengan bukti terima surat yang diserahkan oleh Cak Soleh kepada PT. SLE.
Di kedua dokumen itu tertulis nama Sandy Priyanto sebagai Direktur PT. SLE (pada sertifikat pangkalan) sekaligus sebagai admin (pada surat yang diserahkan kuasa hukum).
SANDY PRIYANTO SEBAGAI DIRUT PADA KARTU TANDA PANGKALAN
Baca Juga:1.933 Pekerja di Kabupaten Bekasi Sudah Terima Vaksin Gotong RoyongSabar..!! Proyek Besar Kab Cirebon Baru Digeber Agustus 2021
“Waah admin dijadikan dirut tau ga ya,” cetus salah seorang pemilik pangkalan. “Ini namanya Admin rangkap Direktur,” cetus pemilik pangkalan lainnya.
Terkait hal ini pihak kuasa hukum pun akan melakukan kroscek lebih lanjut, mengingat meskipun disitu tertulis nama Sandy sebagai direktur namun para pangkalan yang tergabung di dalam PT. SLE meyakini bahwa Hasyim lah direktur yang sebenarnya atau owner perusahaan tersebut.
SANDY PRIYANTO SEBAGAI ADMIN YANG MENERIMA SURAT DARI KUASA HUKUM PANGKALAN
“Selama ini dalam keputusan-keputusan penting PT. SLE selalu membawa-bawa nama Hasim (Muhajidin Nur Hasim) yang katanya adik dari Nazarudin. Dan dalam rapat Hasim mengaku sebagai pembina PT SLE. Kami makin bingung lagi setelah tahu bahwa nama dan tandatangan admin dan dirut itu ternyata Sandy. Cobalah gentleman dan segera kembalikan uang kami,” ungkap pemilik pangkalan asal Cirebon Timur ini kesal.
SURAT KEDUA YANG DILAYANGKAN KUASA HUKUM PANGKALAN KEPADA PT. SETIA LANCAR ENERGI (PT. SLE)
Sementara ketika dikonfrontir dengan pernyataan Cak Soleh, sempat disebutkan oleh Darsono bahwa dia menunggu kepulangan Direktur PT. SLE dari Jakarta untuk menggelar mediasi kedua. “Yang saya surati itu dirutnya, karena memang prosedurnya begitu. Kalau memang ditemukan fakta lain, informasi ini akan kami tampung untuk menempuh langkah berikutnya,” tegas Cak Soleh yang juga merangkap sebagai Ketua GMDM Cirebon. (red)
