Apapun latar belakangnya, seruwet apapun persoalannya, selalu ada keinginan kita tuk pulang. Dan pulang kerumah masa kecil adalah sesuatu yang spesial, beruntung lah kita yang masih memilikinya. Entah untuk melepas kerinduan, nostalgia, napak tilas, atau sekedar show up pada masa lalu. Para perantau sangat memahami arti dan nilainya.
Membayangkan ketemu orang tua, kakak adik, teman masa kecil, cinta pertama dsb. Semua itu membutuhkan bingkai cerita yang membuat kita makin bersemangat untuk pulang. Disinilah gemah ripah loh jinawi kembali hadir, sebagai bingkai pemandangan yang menemani kita dalam perjalanan, latar kenangan tempat orang2 yang kita sayangi dulu pernah hidup di dalamnya. Walaupun pada kenyataannya, pemandangan itu sudah hilang ketika kita sampai ditujuan.
Tapi kita tidak pernah kecewa, selalu ada part yang bisa disyukuri, Karna Mudik lebih terkait dengan kenangan, bukan pada realita. Dan gemah ripah loh jinawi masih berfungsi untuk membingkai kenangan yg diperlukan.Ah, sayang tahun ini mudik dilarang..
Penulis: Rustam Rastamanis (Song Writer General Maya)
