Sementara itu, dikonfirmasi usai rapat, Hasyim (Pembina PT. Setia Lancar Energi) menjelaskan bahwa Ia tidak bisa memastikan pengembalian uang pendaftaran Rp 45 juta yang diminta oleh pangkalan yang mundur. Penjelasannya pun terkesan berbelit dan justru meminta oknum bernama U dan D untuk dihadirkan ke Kantor. “Silahkan ajukan dulu ke kita surat pengunduran dirinya, hadirkan oknumnya, saya ada alamatnya. Kita tidak mempersulit pangkalan kok, kita ingin kerjasama yang saling menguntungkan,” tandas Hasyim disaksikan sejumlah pemilik pangkalan yang menghampirinya usai rapat.
Sedangkan ketika ditanya terkait dasar pungutan Rp 2,5 juta per pangkalan, Hasyim dan Darsono langsung menghindar dan tidak menjawab apapun. “Dasar pungutan Rp 2,5 juta itu apa pak? Apakah ada surat edaran dari pertamina atau semacamnya,” tanya wartawan.
Lalu Hasyim justru menjawab yang bukan substabsi dari pertanyaan dan lalu pergi. “Anda dari pangkalan mana, mana legalitasnya,” jawab Hasyim sambil pergi menghindar bersama Darsono dan menyuruh wartawan pergi, dengan bahasa tubuh mengibas-ngibaskan tangan.
Baca Juga:Rustam Bedah Lagu ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’, Sindir Larangan Mudik?Sambut Ramadhan, Hotel Dedy Jaya Ciledug Geber Promo Bukber dan Diskon Kamar
Untuk diketahui, dari pantauan redaksi JP di meja registrasi kehadiran peserta rapat, diketahui ada sebanyak 125 pangkalan yang tergabung dalam PT Setia Lancar Energi yang beralamat di Kelurahan Kepompongan, Kec Talun, Kab Cirebon itu. Dan adanya JP di dalam rapat tersebut karena diundang oleh pihak pangkalan agar menyaksikan langsung polemik yang selama ini terjadi. (tim/jp)
Baca berita berikutnya, Klik >> PT Setia Lancar Energi Belum Balikin Duit Pangkalan Yang Mundur
TANYA JAWAB – Pelaksanaan rapat juga diisi sesi tanya jawab, namun rupanya hampir semua peserta yang hadir tidak puas dengan jawaban dari Pembina PT (Hasyim).
ARMADA – Salah satu armada milik agen yang digunakan untuk mendistribusikan elpiji ke pangkalan-pangkalan.
