Diminta Rp 2,5 Juta, Pemilik Pangkalan Elpiji Melon Di Cirebon Ramai-ramai Mundur

Diminta Rp 2,5 Juta, Pemilik Pangkalan Elpiji Melon Di Cirebon Ramai-ramai Mundur
0 Komentar

Sedangkan salah seorang pemilik pangkalan asal Cirebon Barat yang enggan disebut namanya mengaku akan mundur juga bersama rekan-rekannya yang lain. “Percuma rapat kaya gini gak ada gunanya, berbelit-belit. Di agen lain setahu saya gak ada biaya-biaya tambahan semacam ini. Saya juga akan mundur dengan beberapa rekan lain. Sudah capek mas, dijanjikan ini itu,” keluhnya sambil tertunduk lesu di barisan belakang.

Diminta Rp 2,5 Juta, Pemilik Pangkalan Elpiji Melon Di Cirebon Ramai-ramai MundurPROTES – Fauzan, salah seorang pemilik pangkalan menyatakan protes dan ingin mundur dari keanggotaan dari agen elpiji tersebut.

Dari pantauan rapat, acara tersebut hanya dihadiri oleh Hasyim yang mengaku sebagai Pembina PT. Setia Lancar Energi dan Darsono (Humas). Mereka mengatakan bahwa pihak manajemen dan direksi tidak bisa hadir karena ada keperluan lain.

Baca Juga:Rustam Bedah Lagu ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’, Sindir Larangan Mudik?Sambut Ramadhan, Hotel Dedy Jaya Ciledug Geber Promo Bukber dan Diskon Kamar

Dalam rapat dijelaskan, bahwa biaya Rp 2,5 juta per pangkalan digunakan untuk mempertahankan pasokan pertamina. Dan untuk pangkalan yang ingin mundur agar menyerahkan surat pengunduran diri ke kantor pada hari Rabu, tanggal 14 April 2021 hingga Jumat 16 April 2021. “Sampaikan ke kantor pada hari Rabu sampai Jumat nanti kita sampaikan ke manajemen PT. Baik itu yang mau bayar, yang tidak mau bayar, maupun yang ingin mundur,” terangnya tanpa menyebutkan deadline pengembalian uang untuk pangkalan yang mundur.

Pembina PT juga terkesan menutupi siapa manajemen/direksi PT. Setia Lancar Energi ini. Bahkan seorang ibu anggota pangkalan mempertanyakannya di forum. “Sebenarnya siapa ownernya, pemilik PT ini, kok tadi pak Hasyim bilang pembina, saya kira ownernya adalah Pak Hasyim,” ungkap wanita berhijab tersebut.

Lalu Hasyim menyebut ada beberapa orang di jajaran direksi PT. Setia Lancar Energi. “Ada banyak pemiliknya, antara lain Fahruniza Harahap, Teuku Imam Ristiadi, dan Nadilla Safira. Karena besar sih bu, kalau cuma pangkalan mungkin ownernya ibu sendiri,” ungkapnya dalam sesi tanya jawab.

Pihaknya juga menyebut bahwa kesemrawutan yang terjadi saat ini dikarenakan adanya oknum yang ada di PT tersebut dan merencanakan akan melaporkan sang oknum kepada polisi. “Ibu bapak bayar ke siapa di kwitansi, nah itu silahkan kejar, hadirkan ke kami. Bahkan bila perlu laporkan ke polisi oknum tersebut, dan kami juga akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan oknum itu,” tegas Hasyim dalam rapat.

0 Komentar