BEKASI – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah. Karena PAD menentukan kapasitas daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, baik itu pelayanan publik maupun pembangunan.
Jadi, semakin tinggi dan besar rasio PAD terhadap total pendapatan daerah memperlihatkan kemandirian dalam rangka membiayai segala kewajiban terhadap pembangunan daerahnya.
Untuk mewujudkan semua itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun 2021 ini sebesar Rp2,5 triliun.
Baca Juga:Hebat! Desa Dompyong Kulon Diguyur Program TMMD 2021Ratusan Juta Pungli PTSL, Dibenarkan Sekdes Lenggahsari
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi Akam Muharam diruang kerjanya.
“Target Rp2,5 triliun tersebut bersumber pajak yakni, pajak perhotelan, pajak reklame, pajak restoran, pajak sarang burung walet, PPHTB, PPB, pajak hiburan, pajak parkir, pajak lampu jalan dan lain-lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Akam juga menjelaskan pada pendapatan di 2020 lalu, meskipun berada dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2020 lalu, melebihi target yakni 107,45persen.
“Alhamdulillah, Walapun target PAD tahun 2020, sebesar Rp2,1 triliun dalam situasi masa pademi, sedangakan realisasi sampai akhir 2020 lalu, tercapai Rp2,3 triliun atau melebihi target. Jika dipersentasikan jumlahnya mencapai 107,45%,” jelasnya.
Meskipun sudah melampaui target, sejumlah sektor pajak dan sektor restibusi yang berkontribusi untuk PAD masih berada di bawah target awal karena adanya pandemi Covid-19 antara lain pajak-pajak tersebut, yaitu pajak hotel, restoran, hiburan.
“Sejauh ini potensi pajak dari sektor PBB dan BPHTB memang yang paling diandalkan. Jadi disatu sisi ada sekor yang turun disatu sisi ada sektor pajak yang memenuhi target,” lanjutnya.
Akam mengungkapkan, meskipun tahun 2021 masih kondisi pandemi COVID-19, Pihaknya optimis akan mencapai target PAD tahun ini. Pihaknya akan berkomunikasi dengan wajib pajak dan pihak terkait untuk membangun inovasi dan kolaborasi.
Baca Juga:Usir Becek, Wisata Ayunan Jati Ciledug Dipasang BatakoLima Fakta Penting Kasus Salah Transfer Bank BCA yang Berujung Penjara
“Harapan kami, khususnya Bapenda di tahun 2021 terhadap realisasi dapat terlaksana sesuai dengan tahapan target. Kita juga melakukan berbagai upaya- upaya inovasi untuk memenuhi target tersebut,” tandasnya.
