CIREBON – Sebuah portal jalan di Kawasan Cirebon Timur, tepatnya di depan RSUD Waled (Jalan Pageran Sutajaya) hilang. Hal ini mengakibatkan hampir semua kendaraan berat bisa masuk ke jalur/jalan kelas III yang sebelumnya terlarang untuk mobil-mobil berat. Jalur tersebut menghubungkan Jalan Kabupaten Cirebon dengan Jalan Provinsi yang bisa membawa kita menuju ke Jateng dan Kab Kuningan.
JALAN KELAS III TIDAK PAS UNTUK DILALUI KENDARAAN BERTONASE BERAT. TAMPAK PORTAL BAGIAN TENGAH HILANG.
Hal ini seperti terpantau JP, Senin 28 Desember 2020, di mana sejumlah kendaraan berat seperti dam truk, mobil box, kontainer dan kendaraan besar lainnya lewat ke jalur tersebut dengan leluasa. Sebelumnya portal jalan tersebut dibagi menjadi dalam tiga bagian dengan sekat berupa besi baik di samping maupun di bagian atas namun saat ini kondisi portal di bagian tengah besinya raib entah ke mana.
Baca Juga:Imagine! Utang Pemerintah Kini Tembus Rp 6.000 TriliunMuncul Virus Corona Varian Baru, Katanya Lebih Mematikan
Sejumlah sumber mengatakan, hilangnya portal tersebut diperkirakan hampir 1 bulan terakhir ini. Jelas kondisi ini merepotkan pengguna jalan yang sebelumnya steril dari kendaraan berat. Di sisi lain masuknya kendaraan berat ke jalur yang bukan seharusnya itu, mengakibatkan Jalan Pangeran Sutajaya menjadi cepat rusak khususnya di Jalur Gebang – Waled. Hal ini dikarenakan tonase dari kendaraan tersebut tidak sesuai dengan kekuatan jalan.
Seperti dijelaskan Ardi salah seorang pedagang yang berjualan di dekat portal jalan itu. “Nggak tahu pak, tahu-tahu hilang. Ya jadi banyak kendaraan berat yang masuk ke sini. Apalagi kalau mobil urugan tanah lewat, sumpek bawaannya mana becek lagi kalau hujan,” ujarnya. Ia juga menduga bahwa raibnya portal tersebut karena saat ini sedang banyak proyek pembangunan di Kab Cirebon.
Sementara itu, Pemerhati Cirebon Timur, Adang Juhandi berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam hal ini Dinas Perhubungam bisa segera memasang kembali portal yang hilang tersebut sehingga memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
“Bagaimana tidak khawatir, tidak ada kendaraan berat saja jalur sini sudah padat kendaraan. Ditambah lagi kendaraan berat lewat jalur ini yang pastinya melintas di Pasar Pabuaran. Jelas ini sangat membahayakan pengguna jalan dan meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.
