Selain itu, Kang Emil melaporkan bahwa jika kawasan Rebana Metropolitan ini berhasil, dengan Patimban sebagai cikal bakalnya, maka akan menghasilkan 4,3 juta pekerjaan dalam 15 tahun ke depan dan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi hingga 4 persen untuk Provinsi Jabar yang tentunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya doakan semoga urusan ini lancar dan kami akan terus dukung pembangunan (Pelabuhan Patimban) tahap selanjutnya sehingga keberhasilan Patimban akan menjadi keberhasilan kita semua dan konsep Presiden terkait superkoridor ekonomi di Jawa bagian utara juga disukseskan oleh Patimban,” ucap Kang Emil.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan tahap pertama Pelabuhan Internasional Patimban melalui pendanaan Official Development Assistance dari Jepang meliputi area terminal, breakwater, seawall, dan pevetment, pembangunan back up area, jalan akses, jembatan penghubung, dan terminal kendaraan seluas 25 hektare.
Baca Juga:Kota Depok Tolak Belajar Tatap Muka Januari 2021 NantiILC Game Over
Pada tahap pertama, Patimban memiliki kapasitas car terminal sebesar 218 ribu completely built up (CBU) dan kapasitas container terminal sebesar 250 ribu TEUs dari total kapasitas kumulatif 3,75 juta TEUs.
Menhub menambahkan, sesuai arahan Presiden, Pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik nasional.
Dengan soft launching pada Minggu (20/12/2020), ia pun mengatakan bahwa kegiatan ekspor-impor distribusi mobil dan barang-barang dari dan ke Pelabuhan Internasional Patimban atau Indonesia sudah dapat dilakukan dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, masyarakat Patimban dan Jabar, Pemda Provinsi Jabar, Kabupaten Subang, Pemerintah Jepang, dan semua stakeholders juga kontraktor. Semoga kerja sama dengan Jepang juga bertambah baik,” ucap Menhub.
“Pelabuhan Patimban bisa berikan suatu bukti bahwa arahan presiden, meski di masa pandemi, kita tetap bekerja dan bisa menyelesaikan pembangunan ini,” katanya.
Sebagai rangkaian soft launching, lanjut Menhub, pihaknya menggelar kegiatan sosial agar masyarakat sekitar turut merasakan kemajuan, berupa pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemberdayaan masyarakat, dan pemberian program keahlian bagi nelayan, diikuti pemberian kapal nelayan melalui koperasi.
“Selain itu, Pelabuhan Patimban akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api sehingga diharapkan meningkatkan potensi pembangunan 10 kawasan industri di sepanjang koridor utara Jawa sehingga perekonomian meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Menhub.
