Pemdes-nya Dituduh Sunat Dana BPUM, Kuwu Pabuaran Lor Lakukan Ini

Pemdes-nya Dituduh Sunat Dana BPUM, Kuwu Pabuaran Lor Lakukan Ini
CEK BPUM - Salah Seorang Kuwu mengecek penerimaan BPUM di desanya, apakah ada pemotongan atau tidak.
0 Komentar

CIREBON – Sebagai sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan amanah, Kuwu Pabuaran Lor Hery Castari selalu menyikapi dengan cepat apapun fenomena yang terjadi di lapangan. Salah satunya saat ia mendapat kabar bahwa Pemdes-nya dituding telah melakukan penyunatan bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) sebesar Rp Rp400.000 di desanya yang berujung pada pelaporan.

Pemdes-nya Dituduh Sunat Dana BPUM, Kuwu Pabuaran Lor Lakukan IniKROSCEK – Kuwu Pabuaran Lor Hery Castari (kiri), saat mengkroscek langsung kepada penerima Dana BPUM di desanya.

Hery didampingi sejumlah perangkat desa mendatangi sejumlah penerima bantuan tersebut secara acak, Kamis (3/12/2020). Dan hasilnya diperoleh bahwa tak ada satupun penerima bantuan yang merasa telah diminta oleh oknum perangkat desa atau disunat oleh petugas seperti yang disebutkan.

Baca Juga:Fajar Paper Mangkir dari Panggilan Komisi III DPRD Kabupaten BekasiLima Karyawan Positif Covid, IGD RS Arjawinangun Tutup

Hal ini seperti disampaikan oleh Ro’i, seorang Pedagang sekaligus penerima Dana BPUM kepada JP. “Sama sekali tidak ada pemotongan pak. Saya menerima utuh Rp2.400.000. Kalaupun ada, itu bukan pemotongan, tapi inisiatif saya sendiri karena saya sudah dibantu, alakadarnya saja, sekedar untuk beli rokok,” ungkap pedagang bensin eceran itu. Begitu juga dengan Titin penerima BPUM lainnya. “Alhamdulillah, nggak ada pemotongan sepeserpun. Saya menerima utuh bantuan itu Rp 2,4 juta dengan dibantu pihak desa. Uangnya sudah saya pakai untuk menambah modal usaha warung saya Pak,” ujarnya kepada JP.

Pemdes-nya Dituduh Sunat Dana BPUM, Kuwu Pabuaran Lor Lakukan IniSUMRINGAH – Titin, salah seorang penerima BPUM yang memiliki usaha warung jajanan tampak sumringah saat didatangi Pak Kuwu dan jajarannya.

Begitu pula ketika JP mendatangi tiga penerima sekaligus yakni Castro, Kenah dan Lina. Ketiganya bahkan dengan antusias dan semangat menepis kabar sumir itu. “Enggak ada, enggak ada pemotongan sama sekali. Kalaupun ada, itu bukan dipotong, tetapi saya yang ngasih sendiri, sebagai ungkapan terima kasih saja untuk beli rokok, bukan karena diminta. Karena sama sekali tidak ada petugas yang berani meminta,” tegas Castro.

Senada dengan Lina yang justrumenyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Desa Pabuaran Lor yang sudah membantu proses penyaluran bantuan via Bank BRI. “Saya malah berterima berterima kasih sekali karena telah diajukan menjadi penerima bantuan. Jadi tidak harus pinjam modal lagi ke bank keliling. Jadi saya bisa usaha tanpa harus mikirin cicilan,” ujar pengusaha lontong itu.

0 Komentar