“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong perkembangan ekonomi digital. Start-up di Indonesia kini mengatur kecepatan inovasi, menjangkau populasi besar dan memasuki pasar baru. Kami percaya bekerja dengan mitra yang tepat akan membantu menciptakan banyak kemungkinan dan menangkap peluang pertumbuhan untuk masa depan,” imbuh Kadir Gunduz.
Sementara itu, Pendiri dan CEO Yummy Corp, Mario Suntanu mengatakan, peluang bagi dapur satelit di Asia Tenggara sangat besar mengingat populasinya yang tinggi, PDB per kapita yang kian meningkat, dan pasar pengiriman makanan yang populer.
“Indonesia adalah pasar pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara (lebih dari 50%) dan kini bertumbuh 35,2% setiap tahun. COVID telah mempercepat peningkatan bisnis cloud kitchen, tumbuh 40% setiap bulannya,” bebernya.
Baca Juga:Peringati Hari Santri Polsek Cibarusah Lakukan Baksos ke PonpesKembangkan Korupsi Sunjaya, KPK Periksa Pegawai BPN & Camat
“Dengan putaran pembiayaan ini, kami akan fokus pada misi kami untuk berperan aktif membantu industri makanan dan minuman mengembangkan bisnis pengirimannya, terutama pada saat pandemi. Kami mengundang seluruh pengusaha makanan dan minuman, baik besar maupun kecil, untuk bermitra dengan kami, sehingga bersama-sama kita tidak hanya bertahan tetapi juga dapat berkembang pesat di masa pandemi ini,” tambah Suntanu.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan lebih erat dengan tim di Coca-Cola Amatil Indonesia dalam memperluas jasa kami ke seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Jar)
