“Di protokol itu, kalau dinilai sangat infeksius memang tidak ada panduan secara jelas, jadi diserahkan kepada masing-masing yang menilai pada saat itu. Pertimbangannya adalah kita untuk safety supaya cairan tidak keluar dan menulari sehinggal timbul masalah baru,” ungkap Ismail.
Sementara itu ketika wartawan bertanya soal pampers dan baju yang melekat, pihak RS juga dinkes menjelaskan bahwa pampers dan baju dipakaikan kembali setelah dibersihkan. “Pemakaian pampers itu setelah jenazah dibersihkan baru dipakaikan. Kalau masih keluar maka kita pasangkan lagi karena kalau keliatan keluarga kan gak enak (adanya rembesan cairan-red), itu yang kita antisipasi. Karena memang proses kematian dan proses penyakitnya banyak yang harus dibersihkan. Seperti apa yang disampaikan pak direktur tadi,” ujar Laila. (tim/jp)
