Abah Wiria yang pada suatu saat mendapat panggilan untuk bertirakat kembali di Curug Bangkong. Maka tokoh inipun melaksanakan tirakatnya di sebuah gua yang terdapat di balik air terjun.
“Setelah berbulan-bulan Abah Wiria bertapa, masyarakat mulai menjadi gelisah karena Abah Wiria tidak kembali ke lembur. Karena merasa kehilangan tokoh yang dianggap berjasa tersebut, akhirnya masyarakat mencari Abah Wiria di Curug Bangkong, termasuk memeriksa gua dibalik air terjunnya. Namun Abah Wirya tidak ditemukan,” jelasnya.
https://youtu.be/KF4x4dXgkQg
SIMAK DI JPNEXT TV ☝️
Sehingga kata dia, banyak yang menganggap bahwa Abah Wiria telah ngahiyang (moksa) sebagai pencapaian tertinggi dari tapa bratanya. Setelah hilangnya Abah Wiria, dari arah curug tersebut kerap terdengan suara katak (bangkong).
Baca Juga:Nyate Yuk! Sate Nasa ‘Generasi II’ Buka Lagi Di Dompyong KulonAngka Kebutaan & Katarak Tinggi, Ini Yang Dilakukan Kuningan Eye Center
Hal tersebut merupakan keanehan tersendiri, karena sebelumnya tidak pernah terdengan suara bangkong dari arah curug. Suara bangkong tersebut akan menghilang manakala didekati. Sehingga lambat laun, curug yang wingit tersebut dinamakan Curug Bangkong.
Salah satu peristiwa mistis yang mendongkrak pamor Curug Bangkong sebagai tempat yang wingit terjadi pada tahun 1970. Ketika itu, masyarakat melihat cahaya yang melayang-layang di sekitar areal Curug Bangkong.
Cahaya itu kemudian bergerak dan menghilang ke sebuah tempat yang menurut masyarakat adalah makam keramat Pangeran Arya Salingsingan, panglima Kerajaan Talaga. Selain itu Arya Salingsingan dipercaya sebagai tokoh syiar Islam di daerah Kuningan Barat. Makam ini yang setiap hari Selasa dan Kamis, ramai diziarahi masyarakat. (adi/red)
INDAH – Nuansa alam yang indah membuat betah berlama-lama di sana.
