Asyik Banget! Ngopi dengan Nuansa Alam di “Ludek Kopi” Gagasari

Asyik Banget! Ngopi dengan Nuansa Alam di "Ludek Kopi" Gagasari
0 Komentar

CIREBON – Ngopi, santai, dan ketenangan, merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Nah, bagi anda para pecinta kopi yang juga mengidamkan suasana yang nyaman dengan nuansa alam pesawahan, bisa datang langsung ke Ludek Kopi, di Desa Gagasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Asyik Banget! Ngopi dengan Nuansa Alam di "Ludek Kopi" GagasariNUANSA ALAM PESAWAHAN YANG ASRI BEGITU KENTAL TERASA SAAT TIBA DI LUDEK KOPI

Kedai Kopi yang sudah berdiri sejak 2 tahun ini semakin banyak digandrungi oleh para pecinta kopi dari semua lapisan umur, tua maupun muda. Rudi, selaku owner Ludek Kopi menjelaskan historis ia membangun Kedai Kopi tersebut saat Ia merantau ke Korea. “Gagasan membuat Kedai Ludek Kopi ini karena saya pengen punya tempat nongkrong yang asyik dan berhubungan dengan alam. Impian itu sudah muncul saat saya merantau ke Korea. Pas pulang, Bismillah langsung saya coba wujudkan,” ungkapnya kepada JP, Minggu (13/9/2020). Adapun nama ‘Ludek’ sendiri diambil dari filosofi bahwa kopi, gula, dan susu, itu harus diaduk (diludek dalam Bahasa Jawa). Keseimbangan rasa yang mantap antara perpaduan kopi yang tersaji lalu diaduk secara merata menjadi keistimewaan tersendiri di Ludek Kopi, selain tempatnya yang memang unik. Bicara dekorasi ruang, Ludek Kopi juga berani diadu dengan kedai kopi lainnya. Sejumlah ornamen unik yang merupakan kreasi Rudi sendiri, semakin menguatkan kesan alami. Ada saung, miniatur jalan, saung lantai dua, kursi dari pohon, mini stage kayu, tenda alam, dan tentunya dipadu dengan lighting cantik, semakin menambah betah ngopi di Ludek Kopi tiap malam. Ada juga sound system dan instrumen yang bisa dipakai oleh pengunjung sebagai hiburan dan ajang unjuk bakat. Keren bukan?

Asyik Banget! Ngopi dengan Nuansa Alam di "Ludek Kopi" GagasariSUASANA TALKSHOW JP DENGAN OWNER LUDEK KOPI RUDI (KANAN)

Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Wisatawan Asal Jakarta, Polrestro Bekasi Terus Lakukan Pengecekan ProkesPolrestro Bekasi Kembali Kunjungi Tempat Wisata

Di saung lantai dua, anda akan menemukan lukisan sejumlah tokoh NU yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abbas dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Saya pasang lukisan tokoh-tokoh NU karena saya juga seorang santri juga kang, dulu pernah mondok juga di Buntet,” kenangnya. Sementara itu, basic keilmuan Rudi dalam dunia ‘PerKopian’ tak perlu diragukan lagi. Sewaktu Ia tinggal di Korea, tepatnya di Busan, awal tahun 2018 lalu, dia sempat mengikuti pelatihan khusus barista bahkan dihadiri juga oleh Duta Besar (Dubes) dari Indonesia. Selanjutnya Ia kembali mengikuti pelatihan barista yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI di Lembang – Bandung saat pulang. “Alhamdulillah, semuanya digratiskan dan difasilitasi oleh pemerintah. Saya ucapkan terimakasih atas support pemerintah, dan ilmu yang diberikan benar-benar sangat membantu usaha saya saat ini,” ujar pria yang juga memiliki usaha peternakan ini.

0 Komentar